Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Samarinda Susun Roadmap Pengendalian Inflasi 2025–2027, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

78
×

Samarinda Susun Roadmap Pengendalian Inflasi 2025–2027, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Rapat penyusunan roadmap pengendalian inflasi daerah 2025–2027 yang berlangsung di Ruang Mangkupalas Balai Kota Samarinda, Kamis (15/5/2025)/Istimewa.

Samarinda, Locerita.co – Dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota Samarinda mulai menyusun strategi jangka menengah untuk menekan inflasi di tingkat lokal. Upaya ini diwujudkan melalui penyusunan roadmap pengendalian inflasi daerah untuk periode 2025 hingga 2027, yang diharapkan menjadi panduan nyata dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa inflasi adalah isu strategis yang memengaruhi langsung kesejahteraan warga, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Dalam agenda Capacity Building Penyusunan Roadmap TPID yang digelar di Balai Kota Samarinda, Kamis (15/5/2025).

Andi Harun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi memastikan kebijakan pengendalian inflasi berjalan efektif di lapangan.

“Inflasi bukan hanya angka ekonomi, tapi kenyataan yang dirasakan warga ketika harga barang melambung. Maka dari itu, roadmap ini wajib menjadi pegangan semua pemangku kebijakan,” ujar Andi Harun.

Ia menambahkan, fluktuasi harga barang dan jasa harus dikendalikan agar daya beli masyarakat tidak terus tergerus.

Roadmap tersebut dirancang berdasarkan tiga pilar utama. Pertama, penguatan kapasitas teknis TPID dan pelaksana program di lapangan. Kedua, membangun sinergi antara Pemkot Samarinda, Forkopimda, Bulog, Bank Indonesia, serta elemen masyarakat. Ketiga, peningkatan sistem pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi barang agar pasokan tetap stabil dan harga terkendali.

Andi Harun menegaskan bahwa dokumen roadmap ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pedoman operasional yang harus diimplementasikan secara konkret. Dengan pendekatan yang berbasis data dan aksi nyata, Pemkot berharap upaya ini mampu mengurangi risiko lonjakan inflasi dan menciptakan fondasi ekonomi lokal yang lebih tangguh.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *