Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Pemprov Kaltim Kejar Target Jalan Provinsi Mantap 100 Persen pada 2029

1061
×

Pemprov Kaltim Kejar Target Jalan Provinsi Mantap 100 Persen pada 2029

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kondisi Jalan Di Kalimantan Timur/IST

LOCERITA CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mematok target ambisius dengan memastikan seluruh ruas jalan provinsi berada dalam kondisi mantap pada 2029. Target ini menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sekaligus mendukung visi pembangunan daerah menuju pemerataan ekonomi dan peningkatan layanan publik.

Hingga akhir 2024, Pemprov Kaltim mencatat kondisi jalan provinsi belum sepenuhnya ideal. Dari total panjang 938,85 kilometer, baru 771,84 kilometer atau 82,21 persen yang masuk kategori mantap. Sementara itu, sepanjang 167,01 kilometer atau 17,79 persen masih dalam kondisi tidak mantap dan memerlukan penanganan serius.

Target Bertahap dalam RPJMD 2025–2029

Pemprov Kaltim menyusun target peningkatan kondisi jalan secara bertahap. Pada 2025, pemerintah menargetkan 804,59 kilometer jalan mantap. Target tersebut meningkat menjadi 843,46 kilometer pada 2026 dan 878,95 kilometer pada 2027. Selanjutnya, Pemprov Kaltim membidik capaian 916,04 kilometer pada 2028 sebelum menuntaskan seluruh ruas sepanjang 938,85 kilometer pada 2029.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pembangunan jalan menjadi prasyarat utama untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata. Ia menilai kondisi infrastruktur yang belum optimal masih menjadi hambatan utama di sejumlah wilayah.

“Sulit mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan jika kondisi jalan masih rusak,” kata Rudy saat melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Menurut Rudy, jalan provinsi berperan strategis sebagai penghubung pusat produksi, kawasan permukiman, dan layanan publik. Karena itu, pemerintah daerah menjadikan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama.

Anggaran Rp2,08 Triliun Disiapkan pada 2025

Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,08 triliun pada 2025. Anggaran ini mencakup pembangunan jalan baru, jembatan, serta penguatan struktur penahan seperti turap dan bronjong.

Sejumlah proyek strategis masuk dalam daftar prioritas. Pemprov Kaltim menggarap pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang yang menghubungkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Pemerintah juga membangun ruas Long Bagun Seberang–Long Boh yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara.

Selain itu, pemerintah menyiapkan proyek akses Jembatan Sei Nibung Simpang 46 di Kutai Timur, pembangunan Waterfront dan Riverside Road di Samarinda, serta jalan sumbu Ibu Kota Nusantara (IKN) Sotek–Bongan yang menghubungkan Penajam Paser Utara dan Kutai Barat.

Fokus Perbaikan Jalan Rusak dan Jembatan

Selain pembangunan baru, Pemprov Kaltim juga memfokuskan anggaran pada perbaikan dan peningkatan kualitas jalan yang rusak. Pemerintah melakukan rekonstruksi, pelebaran, dan penguatan struktur jalan di sejumlah ruas, seperti Talisayan–Tanjung Redeb, Simpang Empat Kaliorang–Batas Berau, Long Bagun–Long Boh, dan Jalan R Soeprapto Samarinda.

Pemprov Kaltim juga mengerjakan perbaikan dan pembangunan jembatan. Beberapa jembatan yang menjadi perhatian antara lain Jembatan Manggar Besar di Balikpapan, Jembatan Sambaliung di Berau, serta Jembatan Mahakam Ulu di Samarinda. Pemerintah menilai keberadaan jembatan sangat menentukan kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat.

Infrastruktur Jadi Kunci Pengendali Harga dan Akses

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut keterbatasan akses jalan sering memicu tingginya harga kebutuhan pokok, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan.

“Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas akan menekan biaya distribusi dan memperlancar arus barang,” ujar Rudy.

Ia menambahkan bahwa konektivitas yang baik juga memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi daerah. Pemprov Kaltim berharap manfaat pembangunan jalan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Melalui target jalan provinsi mantap 100 persen pada 2029, Pemprov Kaltim berupaya mempercepat pemerataan pembangunan dan memastikan seluruh wilayah terkoneksi secara layak dan berkelanjutan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *