Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu, Pelindo dan SPJM Lakukan Evakuasi Darurat

992
×

Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahulu, Pelindo dan SPJM Lakukan Evakuasi Darurat

Sebarkan artikel ini
Kapal Tongkang Pengangkut Batubara Tabrak Jembatan Mahulu, Samarinda./ Dok. Tangkapan Layar

LOCERITA CO – Tongkang bermuatan batu bara menabrak Jembatan Mahulu Samarinda pada Selasa (23/12/2025) pagi. Insiden terjadi sekitar pukul 05.30 Wita di alur Sungai Mahakam. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda bersama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) langsung melakukan evakuasi darurat.

Tongkang menghantam bagian struktur jembatan saat melintas di jalur pelayaran. Jembatan Mahulu berfungsi sebagai infrastruktur vital penghubung aktivitas masyarakat. Lokasinya juga berada di jalur sungai dengan lalu lintas kapal yang padat. Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan jembatan dan kelancaran transportasi air.

Pelindo Regional 4 Samarinda menerima laporan kejadian dan segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Manajemen langsung berkoordinasi dengan SPJM, otoritas pelayaran, aparat keamanan, serta instansi teknis. Langkah ini bertujuan mengamankan lokasi dan mencegah risiko lanjutan.

Pelindo Amankan Infrastruktur dan Alur Sungai

General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Capt. Suparman, menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan keselamatan. Pelindo fokus melindungi struktur jembatan dan menjaga alur Sungai Mahakam tetap aman.

“Begitu menerima informasi, kami langsung bergerak. Kami berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengutamakan keselamatan,” ujar Capt. Suparman, Selasa (23/12/2025).

Ia menyebut Sungai Mahakam sebagai jalur logistik utama di Kalimantan Timur. Aktivitas pelayaran menopang distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Karena itu, Pelindo berupaya mencegah gangguan berkepanjangan akibat insiden ini.

Pelindo juga memantau kondisi Jembatan Mahulu setelah kejadian. Perusahaan berkoordinasi dengan instansi teknis untuk mendukung pemeriksaan struktur jembatan dan memastikan keamanan tetap terjaga.

SPJM Kerahkan Kapal Tunda

Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) segera mengerahkan armada evakuasi. SPJM menurunkan dua kapal tunda, TB Herlin II dan TB HNJ 09, ke lokasi kejadian.

Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menyatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan. Kapal tunda tersebut menarik dan mengamankan tongkang ke lokasi labuh yang aman.

“Kami langsung mengerahkan dua kapal tunda. Kami ingin menekan risiko lanjutan di sekitar jembatan,” kata Tubagus Patrick.

Ia menambahkan, tim di lapangan menjalankan evakuasi sesuai standar keselamatan pelayaran. SPJM juga menjaga keselamatan awak kapal dan melindungi lingkungan perairan Sungai Mahakam.

Penanganan Perkuat Koordinasi Lintas Instansi

Selain menurunkan armada, Pelindo dan SPJM memperkuat koordinasi lintas instansi. Keduanya berkomunikasi dengan otoritas pelayaran, aparat keamanan, dan instansi teknis lain.

Capt. Suparman menilai koordinasi menjadi kunci dalam penanganan insiden di jalur sungai yang padat. Sinergi antarinstansi mempercepat keputusan dan menekan potensi gangguan lanjutan.

“Kami terus menjaga komunikasi dengan pihak berwenang. Kami juga mendukung proses investigasi,” ujarnya.

Pelindo Regional 4 Samarinda menyatakan kesiapan memberi dukungan tambahan bila dibutuhkan. Dukungan mencakup aspek operasional dan teknis hingga kondisi benar-benar aman.

Pelindo Tegaskan Komitmen Keselamatan Maritim

Pelindo Regional 4 Samarinda dan SPJM menyampaikan keprihatinan atas insiden di Jembatan Mahulu. Keduanya berharap proses penanganan berjalan lancar dan tidak berdampak luas.

Sebagai BUMN kepelabuhanan dan layanan maritim nasional, Pelindo menegaskan komitmen menjaga keselamatan pelayaran. Perusahaan menyatakan siap hadir dalam kondisi darurat dan memberi dukungan di lapangan.

Ke depan, Pelindo bersama pemangku kepentingan akan memperkuat mitigasi risiko di Sungai Mahakam. Langkah ini mencakup peningkatan kesiapsiagaan, evaluasi prosedur keselamatan, dan penguatan koordinasi operator.

Pelindo menilai insiden ini menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran. Dengan kerja sama yang solid, Pelindo optimistis keselamatan transportasi air dan perlindungan infrastruktur strategis di Sungai Mahakam tetap terjaga.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *