Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Sekolah Rakyat di Samarinda Kini Tampung 96 Siswa dan Buka Peluang bagi Anak Jalanan

989
×

Sekolah Rakyat di Samarinda Kini Tampung 96 Siswa dan Buka Peluang bagi Anak Jalanan

Sebarkan artikel ini
Sekolah Rakyat di Samarinda akan tampung 96 Siswa, sekarang sedang tahap pembangunan infrastruktur permanen/IST

LOCERITA.CO – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat akses pendidikan bagi kalangan masyarakat prasejahtera melalui program inovatif. Saat ini, Sekolah Rakyat di Samarinda secara resmi telah menampung sebanyak 96 siswa yang berasal dari berbagai latar belakang sosial. Seluruh siswa tersebut kini menjalani rutinitas belajar mengajar dengan penuh semangat di lokasi yang telah pemerintah siapkan khusus untuk mereka.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda, Mochamad Arif Surochman, memberikan rincian data mengenai sebaran siswa tersebut. Beliau menjelaskan bahwa angka 96 siswa ini mencakup dua jenjang pendidikan dasar yang krusial. Sebanyak 45 peserta didik kini mengejar ilmu di tingkat Sekolah Dasar (SD), sementara 51 siswa lainnya menempuh pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program Sekolah Rakyat di Samarinda Menjangkau Anak Putus Sekolah

Kehadiran Sekolah Rakyat di Samarinda menjadi angin segar bagi orang tua yang selama ini kesulitan membiayai sekolah formal. Arif menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan upaya agar anak-anak dengan keterbatasan akses ekonomi bisa kembali bersekolah. Fokus utama program ini adalah merangkul kembali anak jalanan dan anak putus sekolah agar mereka mendapatkan hak pendidikan yang setara dengan anak-anak lainnya.

“Hingga saat ini sudah ada 96 siswa yang aktif belajar di Sekolah Rakyat. Kami terus bergerak supaya anak-anak yang memiliki keterbatasan akses pendidikan bisa kembali mengenyam pendidikan formal melalui program ini,” ujar Arif saat memberikan keterangan resmi pada Senin (12/1/2026).

Pemerintah Kota Samarinda merancang skema pendidikan ini secara inklusif. Arif menjelaskan bahwa sekolah ini mengakomodasi anak-anak yang sebelumnya terlempar dari sistem sekolah reguler. Faktor ekonomi yang menghimpit serta kondisi sosial lingkungan seringkali menjadi penghambat utama bagi mereka. Dengan adanya wadah ini, hambatan tersebut perlahan terkikis sehingga mereka tidak lagi tertinggal dalam hal literasi dan wawasan.

Pendaftaran Semester Kedua Sekolah Rakyat di Samarinda bagi Anak Jalanan

Kabar menggembirakan muncul bagi anak-anak yang belum sempat mendaftar pada awal tahun ajaran. Arif menambahkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda tetap membuka pintu lebar-lebar bagi peserta didik baru. Pihak Dinsos PM memberikan peluang besar bagi anak-anak jalanan untuk bergabung pada semester kedua tahun ajaran ini. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah anak yang menghabiskan waktu di lampu merah atau area publik lainnya.

“Kami membuka peluang bagi anak-anak baru untuk masuk di semester kedua. Target kami adalah menjangkau lebih banyak anak-anak di pinggir jalan agar mereka tidak lagi menghabiskan waktu di jalanan,” tegas Arif. Beliau menginginkan agar anak-anak tersebut mengalihkan fokus mereka pada masa depan melalui bangku sekolah. Hal ini merupakan bagian dari visi besar kota untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

Inisiatif Sekolah Rakyat di Samarinda ini bukan sekadar memberikan materi pelajaran umum seperti matematika atau bahasa. Program ini memiliki misi mendalam untuk menekan angka putus sekolah yang sempat meningkat di beberapa wilayah marginal. Selain itu, kurikulum di dalamnya menyisipkan pendidikan karakter yang kuat serta pelatihan keterampilan dasar. Pihak pengelola menyadari bahwa anak-anak jalanan membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk memulihkan mentalitas mereka.

Pendampingan Khusus untuk Memulihkan Motivasi Belajar Siswa

Selain memberikan fasilitas ruang kelas dan guru, program ini juga menyediakan pendampingan khusus bagi para siswa. Banyak dari siswa ini mengalami krisis kepercayaan diri akibat terlalu lama berada di lingkungan jalanan yang keras. Oleh karena itu, tenaga pendidik memberikan perhatian ekstra untuk memulihkan motivasi belajar mereka yang sempat hilang. Guru-guru di sini bertindak sebagai mentor sekaligus sahabat bagi para siswa.

Dukungan dari masyarakat luas menjadi kunci keberhasilan jangka panjang program ini. Arif mengimbau seluruh lapisan warga Samarinda agar proaktif dalam membantu pemerintah. Jika masyarakat menemukan anak usia sekolah yang luntang-lantung tanpa pendidikan, mereka sebaiknya segera melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait. Warga dapat mengarahkan anak-anak tersebut ke Dinsos PM agar segera mendapatkan layanan pendidikan di Sekolah Rakyat di Samarinda.

Melalui langkah nyata ini, Pemerintah Kota Samarinda membuktikan komitmennya dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan target jangkauan yang lebih luas di semester mendatang, harapan untuk melihat jalanan Samarinda bersih dari anak-anak yang bekerja kini mulai menunjukkan hasil yang nyata. Pendidikan bukan lagi milik kalangan tertentu, melainkan hak bagi seluruh anak di Kota Tepian.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *