Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDAERAHSUDUT PARLEMEN

Sekolah Rakyat Hadir untuk Anak Terpinggirkan, DPRD Samarinda Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

222
×

Sekolah Rakyat Hadir untuk Anak Terpinggirkan, DPRD Samarinda Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie.

Samarinda, Locerita.co – Di tengah tantangan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah berbeda. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial RI dan Yayasan Melati, lahirlah program Sekolah Rakyat—sebuah pendekatan alternatif yang dirancang untuk menjangkau mereka yang selama ini tak tersentuh sistem pendidikan formal.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie, menyebut Sekolah Rakyat sebagai bentuk keberpihakan konkret negara terhadap kelompok marginal.

“Tidak semua anak memiliki kesempatan duduk di bangku sekolah reguler. Sekolah Rakyat hadir menjawab kesenjangan itu dengan cara yang lebih manusiawi dan fleksibel,” tegas Novan saat dikonfirmasi.

Menurut Novan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak sekadar menghadirkan proses belajar-mengajar, tapi juga memulihkan rasa percaya diri anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang selama ini merasa terasing dari dunia pendidikan.

“Kita tidak bisa mengukur pendidikan hanya dari seragam dan gedung. Ini soal menghadirkan harapan dan rasa dimiliki oleh negara,” ujarnya.

Sekolah Rakyat yang saat ini berlokasi sementara di Samarinda Seberang, tidak menuntut fasilitas megah. Justru kesederhanaannya menjadi kekuatan dalam menjangkau mereka yang tak mampu.

“Yang kita perlukan adalah ruang belajar yang ramah, dan pengajar yang peduli. Fasilitas bisa menyusul,” tambahnya.

Program ini menyasar siswa berdasarkan data riil dari Dinas Sosial Kota Samarinda, memastikan hanya anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang benar-benar membutuhkan yang dilibatkan.

“Validasi data menjadi kunci. Kita tidak ingin program ini meleset dari targetnya,” jelas Novan.

Ia juga mendorong agar model Sekolah Rakyat bisa direplikasi oleh daerah lain di Kalimantan Timur.

“Program ini bisa jadi prototipe pendidikan alternatif yang lebih adil. Saya berharap kabupaten dan kota lain juga tergerak untuk mengadopsi pendekatan ini,” ucapnya.

Menurutnya, pendidikan harus dipahami sebagai alat utama pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.

“Jika kita serius ingin menghapus kemiskinan ekstrem, pendidikan harus menjadi ujung tombaknya. Sekolah Rakyat adalah jawaban untuk mereka yang selama ini tertinggal,” terang Novan.

DPRD Samarinda, lanjutnya, siap mengawal program ini agar tidak berhenti di tahap uji coba.

“Kami berkomitmen memastikan anggaran dan kebijakan berpihak pada anak-anak ini. Ini bukan proyek jangka pendek, tapi investasi untuk masa depan kota,” pungkasnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *