Samarinda, Locerita.co — Persoalan banjir yang terus berulang di Kota Samarinda mendorong DPRD setempat untuk mengambil langkah konkret. Salah satu dorongan datang dari anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, yang menilai perlunya pembentukan kembali Satuan Tugas (Satgas) Banjir guna mengorkestrasi penanganan yang selama ini dianggap berjalan sendiri-sendiri di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Sudah saatnya penanganan banjir dikomandoi oleh satu wadah koordinatif. Satgas ini bukan sekadar formalitas, tapi harus menjadi pusat kendali lintas sektor. Kita tidak bisa terus menerus membiarkan OPD bekerja sendiri-sendiri tanpa sinergi,” ujar Abdul Rohim dalam keterangannya.
Ia menilai bahwa strategi penanganan banjir tidak cukup hanya berbasis pada program sektoral yang terpisah. Justru, menurutnya, keberadaan Satgas akan mempercepat respons, menghindari tumpang tindih kebijakan, dan memperjelas alur tanggung jawab setiap instansi yang terlibat.
“Kalau di satu titik ada banjir, DLH bisa cepat bertindak soal sampahnya, PU turun cek drainasenya, Perkim langsung evaluasi pengembang perumahan. Ini baru kerja cepat dan efektif,” tambahnya.
Rohim juga menyoroti bahwa banjir di Samarinda bukan semata soal teknis infrastruktur, tetapi juga terkait lemahnya pengawasan tata ruang dan manajemen lingkungan. Ia menyebut, tanpa koordinasi yang kuat, setiap OPD cenderung hanya fokus pada tugas masing-masing tanpa melihat gambaran besar.
“Pengawasan terhadap pengembang sering kali terlambat. Kalau ada Satgas, pengawasan bisa simultan dan ada kontrol silang antarinstansi,” jelasnya.
Disinggung soal keberadaan Satgas Banjir sebelumnya, Abdul Rohim mengaku belum mendapat informasi pasti mengenai statusnya saat ini. Namun, ia menegaskan pentingnya evaluasi dan reaktivasi jika Satgas tersebut memang pernah dibentuk.
“Kalau memang sudah tidak aktif, maka sebaiknya dihidupkan lagi. Kalau belum ada, mari kita inisiasi bersama, termasuk mengusulkan pengalokasian anggaran khusus,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul perekonomian warga dan menghambat aktivitas sosial. Oleh karena itu, kehadiran Satgas Banjir yang solid dinilai mendesak sebagai garda depan dalam penanganan yang terpadu dan terarah.
(Redaksi)












