LOCERITA.CO, KUTAI KARTANEGARA – Upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Desa Segihan di Kecamatan Sebulu menjadi salah satu penerima manfaat melalui bantuan pembangunan masjid senilai Rp200 juta yang difasilitasi oleh Anggota DPR RI G Budisatrio Djiwandono DPR RI dari Partai Gerindra Dapil Kalimantan Timur.
Penyerahan bantuan digelar dengan dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, yang menyebut dukungan tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat pembangunan berbasis religius sesuai arah kebijakan daerah.
Menurut Bupati Aulia, keterlibatan pemerintah pusat dalam skema pembangunan daerah menunjukkan bahwa desa tidak boleh tertinggal dalam akses pembangunan.
“Desa bukan lagi wilayah pinggiran dalam perencanaan pembangunan. Hari ini kita menyaksikan bantuan untuk Masjid Desa Segihan sebagai bukti bahwa Kukar terus bergerak dengan dukungan pusat,” kata Aulia.

Ia menilai bantuan ini selaras dengan salah satu komponen Program Kukar Berkah, bagian dari visi Kukar Idaman Terbaik, yang menempatkan penguatan rumah ibadah sebagai bagian penting dari pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Kutai Kartanegara Hendra menegaskan bahwa dukungan yang diberikan pemerintah pusat melalui Budisatrio bukan sekadar bantuan rutin, melainkan bagian dari upaya serius membuka akses pembangunan yang merata bagi seluruh wilayah Kukar, termasuk desa-desa yang selama ini jauh dari perhatian.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan dirinya telah menerima amanah langsung dari Wakil Ketua Komisi I DPR RI G Budisatrio Djiwandono tersebut untuk memastikan program-program pusat tidak berhenti hanya pada proposal atau rencana, tetapi benar-benar turun, terealisasi, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya tidak hanya memastikan bantuan ini sampai ke daerah, tetapi juga memastikan bahwa setiap rupiah yang dikucurkan memiliki tujuan, manfaat, dan arah pembangunan yang jelas.
Kita ingin memastikan bantuan seperti ini bukan hanya simbol seremonial, tapi menjadi bagian dari solusi pembangunan jangka panjang,” ujar Hendra.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat, terutama untuk sektor keagamaan dan fasilitas umum yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Desa-desa di Kukar harus merasakan kehadiran negara. Karena itu, setiap peluang bantuan—baik itu untuk masjid, sekolah, jalan, maupun fasilitas publik lainnya—akan terus kami kejar. Selama ada ruang komunikasi dengan pemerintah pusat, kami tidak akan berhenti meminta, memperjuangkan, dan memastikan Kukar mendapat porsi yang layak,” tegasnya.

Menurut Hendra, bantuan senilai Rp200 juta yang disalurkan untuk pembangunan Masjid Desa Segihan adalah bukti nyata bahwa pendekatan politik berbasis kerja, mulai memberikan hasil.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa pemerintah hadir bukan hanya ketika kampanye, tapi dalam bentuk kerja konkret. Itu yang ingin terus kami jaga,” tutupnya.
(Redaksi)













