LOCERITA CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) membuka peluang investasi pembangunan pusat perbelanjaan modern melalui penjajakan kerja sama dengan Pakuwon Group. Pemerintah daerah menilai kehadiran mall tersebut mampu meningkatkan sektor perekonomian dan proyeksikan PAD miliaran rupiah per tahun serta menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin menyatakan penjajakan itu berangkat dari komunikasi intensif yang telah berlangsung dalam beberapa pertemuan sebelumnya. Pemkab Kukar, kata Rendi, aktif menawarkan potensi daerah kepada investor besar yang memiliki pengalaman nasional.
“Survei kemarin menjadi tindak lanjut dari beberapa pertemuan sebelumnya. Kami juga bertemu langsung dengan manajemen Pakuwon Group di Jakarta. Insyaallah, jika berjodoh, Pakuwon Group akan berinvestasi di Kukar,” ujar Rendi Solihin, Rabu (7/1/2026).
Rendi menilai investasi sektor pusat perbelanjaan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah secara signifikan. Pemkab Kukar, lanjut dia, terus membuka ruang bagi investor yang memiliki komitmen jangka panjang dan selaras dengan kepentingan masyarakat lokal.
Skema Investasi dan Proyeksikan PAD Milyaran
Pakuwon Group dikenal sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut mengelola berbagai pusat perbelanjaan, apartemen, perkantoran, serta kawasan superblock di sejumlah kota besar.
Rendi menjelaskan bahwa Pakuwon Group memiliki standar pengembangan mal berskala besar dan terintegrasi. Model ini mampu menarik pengunjung secara konsisten serta menciptakan aktivitas ekonomi turunan di sekitarnya.
Dalam penjajakan awal, Pakuwon Group menyampaikan minat untuk menggunakan skema pembelian lahan. Perusahaan tersebut tidak memilih sistem sewa dalam pengembangan mal.
“Pakuwon mencari lahan yang dibeli, bukan disewa. Pola ini sama dengan pengembangan yang mereka lakukan di daerah lain,” jelas Rendi.
Pemkab Kukar menjadikan pengalaman Pakuwon Group di Kota Bontang sebagai salah satu rujukan. Keberadaan mal di Bontang terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap PAD daerah setempat.
Rendi menyebut PAD dari aktivitas pusat perbelanjaan di Bontang mencapai sekitar Rp 2 miliar per tahun. Bahkan, satu tenant besar seperti bioskop mampu menyumbang PAD hingga Rp 1,2 miliar per tahun.
Pemkab Kukar melihat potensi serupa dapat tercapai di wilayahnya. Rendi menilai Kukar memiliki keunggulan dari sisi luas wilayah, jumlah penduduk, serta posisi strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Rendi, pemerintah daerah terus mendorong masuknya investasi yang mampu memperkuat basis pendapatan daerah secara berkelanjutan. Ia menegaskan Pemkab Kukar tidak hanya mengejar nilai investasi, tetapi juga dampak ekonomi jangka panjang.
Serapan Tenaga Kerja dan Penentuan Lokasi
Selain peningkatan PAD, Pemkab Kukar memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal. Rendi menegaskan pembangunan mal berskala nasional dapat menciptakan sekitar 1.500 lapangan pekerjaan.
“Mal dengan standar nasional bisa menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja. Pemerintah daerah ingin memastikan tenaga kerja lokal mendapatkan porsi yang jelas,” tegas Rendi.
Pemkab Kukar akan mendorong investor untuk menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Pemerintah daerah juga berencana menyiapkan pelatihan agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai.
Dalam lima tahun ke depan, Pemkab Kukar memfokuskan langkah pada penentuan lokasi terbaik bagi investor. Proses tersebut akan melalui kajian ekonomi serta appraisal dari pihak pengembang.
Rendi menegaskan pembangunan mal tidak akan mengganggu Pasar Tenggarong. Pasar tersebut tetap menjadi pusat ekonomi rakyat yang harus dijaga keberlangsungannya.
“Kami tidak ingin pembangunan mal mematikan Pasar Tenggarong. Pemerintah daerah justru mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru,” ujar Rendi.
Saat ini, Pemkab Kukar menawarkan dua lokasi potensial kepada Pakuwon Group. Lokasi pertama berada di kawasan Gedung Ekraf Tenggarong. Kawasan tersebut dinilai memiliki akses yang cukup baik dan daya tarik tersendiri.
Lokasi kedua berada di kawasan Jongkang. Kawasan ini juga masuk dalam kajian awal karena memiliki ruang pengembangan yang luas. Kedua lokasi tersebut masih menunggu hasil perhitungan kelayakan dari pihak pengembang.
Pemkab Kukar berharap penjajakan kerja sama ini segera berlanjut ke tahap konkret. Pemerintah daerah optimistis investasi pusat perbelanjaan modern dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kukar secara luas.
(Redaksi)













