LOCERITA.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat pembukaan akses transportasi menuju Kabupaten Mahakam Ulu. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan Bandara Ujoh Bilang yang kini mencapai progres 89 persen.
Melalui kunjungan kerja ke wilayah pedalaman, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meninjau langsung proyek bandara tersebut pada Rabu, 7 Januari 2026. Peninjauan ini menjadi bagian dari agenda percepatan infrastruktur strategis di daerah perbatasan.
Selama ini, masyarakat Mahakam Ulu bergantung pada transportasi sungai untuk mobilitas harian. Akibatnya, distribusi logistik, layanan kesehatan, dan akses pendidikan berjalan lambat. Karena itu, pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan transportasi udara sebagai solusi jangka panjang.
Rudy Mas’ud menegaskan Bandara Ujoh Bilang akan menjadi titik balik pembangunan Mahulu. Menurutnya, kehadiran bandara akan memutus isolasi wilayah yang telah berlangsung puluhan tahun.
Selain membuka akses, pemerintah juga menilai bandara ini akan mempercepat perputaran ekonomi lokal. Dengan konektivitas udara, pemerintah berharap investasi dan pariwisata mulai tumbuh di wilayah tersebut.
Progres Pembangunan dan Kesiapan Operasional
Saat ini, pembangunan fisik Bandara Ujoh Bilang hampir selesai. Hingga awal Januari 2026, progres konstruksi telah mencapai 89 persen.
Menurut Rudy Mas’ud, pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir Januari 2026. Setelah itu, pemerintah daerah akan melanjutkan proses peresmian dan pengurusan izin operasional ke pemerintah pusat.
“Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu,” ujar Rudy Mas’ud di lokasi peninjauan.
Dalam pembagian tugas, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu mengerjakan pembangunan terminal penumpang. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menangani fasilitas operasional dan keselamatan penerbangan.
Secara teknis, Bandara Ujoh Bilang memiliki landasan pacu sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter. Spesifikasi tersebut memungkinkan bandara melayani pesawat perintis yang sesuai dengan kebutuhan wilayah pedalaman.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan fasilitas penunjang agar bandara memenuhi standar keselamatan nasional. Oleh karena itu, seluruh tahapan pembangunan mengacu pada ketentuan Kementerian Perhubungan.
Rudy Mas’ud menyampaikan pemerintah kini menunggu izin operasional dari pemerintah pusat. Meski demikian, ia optimistis izin tersebut dapat terbit tepat waktu.
“Jika izin keluar, kami siap meresmikan bandara pada awal Februari,” katanya.
Dukungan Anggaran dan Manfaat Ekonomi
Untuk mendukung proyek strategis ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp43 miliar pada tahun 2025. Dana tersebut difokuskan pada fasilitas keselamatan dan operasional.
Secara rinci, anggaran tersebut membiayai pembangunan stasiun pemadam kebakaran bandara. Selain itu, pemerintah juga membangun fasilitas keamanan dan sarana pendukung lainnya.
Menurut Rudy Mas’ud, fasilitas keselamatan menjadi syarat utama operasional bandara. Karena itu, pemerintah tidak menunda penyediaan sarana tersebut.
Lebih lanjut, pemerintah daerah menilai keberadaan bandara akan memangkas waktu tempuh secara signifikan. Jika sebelumnya perjalanan membutuhkan waktu berjam-jam melalui sungai, maka penerbangan hanya memerlukan hitungan menit.
Dengan demikian, bandara akan mempercepat distribusi bahan pokok, obat-obatan, dan kebutuhan logistik lainnya. Pada saat yang sama, layanan darurat dan kesehatan juga dapat berjalan lebih cepat.
Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menyambut baik dukungan pemerintah provinsi. Menurutnya, bandara menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Mahulu.
Angela menambahkan kehadiran bandara akan meningkatkan daya saing daerah. Selain itu, pemerintah kabupaten berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ikut berkembang.
Kunjungan Sosial dan Dampak Pembangunan
Selain meninjau proyek infrastruktur, Gubernur Rudy Mas’ud juga mengunjungi Kecamatan Long Bagun. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur Sarifah Suraidah.
Dalam kesempatan itu, pemerintah menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada posyandu di Balai Pertemuan Umum setempat. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa paket antropometri kit. Paket tersebut meliputi timbangan digital, alat ukur bayi, dan stadiometer.
Pemerintah mendistribusikan bantuan ke empat posyandu, yakni Lavender, Suplir, Teratai, dan Bakung. Melalui bantuan ini, pemerintah ingin meningkatkan kualitas pemantauan tumbuh kembang anak.
Rudy Mas’ud menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menekan angka stunting di wilayah pedalaman. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan layanan dasar.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud serta jajaran perangkat daerah. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pembangunan Mahakam Ulu.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan Bandara Ujoh Bilang menjadi penggerak ekonomi baru. Pemerintah juga berharap bandara ini membuka akses Mahulu ke pusat pertumbuhan regional.
Dengan beroperasinya bandara pada Februari 2026, pemerintah daerah optimistis Mahakam Ulu keluar dari keterisolasian. Pada akhirnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat pedalaman memperoleh akses transportasi yang setara dan berkelanjutan.
(Redaksi)













