Scroll untuk baca artikel
BERITA VIRAL

Gerindra Copot Mirwan MS di Tengah Kritik Umrah Saat Bencana

559
×

Gerindra Copot Mirwan MS di Tengah Kritik Umrah Saat Bencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Selatan Diduga Pergi Umrah saat Warganya Kebanjiran/ IST

LOCERITA CO – Bupati Aceh Selatan Mirwan MS kembali memicu perhatian publik.
Perjalanan umrah bersama keluarga saat daerahnya dilanda bencana memantik gelombang kritik.

Partai Gerindra merespons cepat.
DPP Gerindra mencopot Mirwan dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.

Sikap Tegas Gerindra

Sekjen Gerindra Sugiono menyampaikan keputusan itu di Jakarta.
Dia menilai tindakan Mirwan melukai rasa keadilan warga.

Publik berharap pemimpin hadir saat bencana.
Gerindra menilai Mirwan mengabaikan tanggung jawab itu.

Sugiono menyebut laporan mengenai Mirwan baru masuk pagi tadi.
Pengurus pusat langsung membahas persoalan tersebut.

Diskusi internal berjalan singkat karena masalah dianggap jelas.
Keputusan pemecatan keluar pada hari yang sama.

Sugiono menyampaikan kekecewaan mendalam.
“Bupati Aceh Selatan juga Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinannya,” kata Sugiono, Jumat (5/12/2025).

Pernyataan itu menegaskan garis merah partai.
Gerindra menuntut kader hadir untuk rakyat saat krisis.
Mirwan dianggap gagal memenuhi standar dasar tersebut.

Sugiono kemudian menutup penjelasan dengan keputusan final.

“DPP Gerindra memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.”

Gubernur Aceh Ikut Bereaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melontarkan kritik keras.
Mualem marah besar setelah mengetahui keberangkatan Mirwan.
Apalagi keputusan tersebut diambil saat Aceh Selatan sedang menghadapi bencana.

Sumber pemerintah daerah menyebut banjir dan longsor melanda beberapa kecamatan.
Ribuan warga membutuhkan bantuan.
Relawan bekerja tanpa henti.
Namun Mirwan justru bepergian ke Tanah Suci.

Mualem mengungkap kemarahannya saat berada di Lanud Sultan Iskandar Muda.
Nada bicaranya meninggi ketika menjelaskan keputusan Mirwan.

“Tidak saya teken izinnya. Walaupun Mendagri meneken, terserah sama dia,” kata Mualem, Jumat (5/12).

Pernyataan itu mencerminkan ketegangan politik lokal.
Gubernur menganggap Bupati Aceh Selatan bertindak sepihak.
Persetujuan keberangkatan dianggap bagian penting koordinasi pemerintahan.

Polemik Izin Kepergian

Gubernur menegaskan tidak memberikan izin perjalanan tersebut.
Pemerintah Aceh bahkan menginstruksikan semua kepala daerah tetap berada di wilayah kerja.
Instruksi itu terbit karena kondisi bencana masih dinamis.
Keberangkatan pejabat ke luar negeri dianggap tidak tepat.

Mualem menyebut keputusan Mirwan berangkat umrah sangat mengecewakan.
“Untuk sementara waktu jangan pergi.
Dia pergi juga, terserah,” ucapnya dengan nada tinggi.

Pernyataan itu menunjukkan ketegasan pemerintah provinsi.
Gubernur ingin semua pejabat memusatkan tenaga untuk penanganan bencana.
Kepemimpinan daerah dianggap harus terlihat dan dirasakan langsung.

Menunggu Langkah Mendagri

Mualem menyerahkan sanksi lanjutan kepada Mendagri.
“Sama Mendagri nanti sanksinya apa,” kata Mualem.
Pernyataan itu menandai bola panas berada di tangan pemerintah pusat.
Publik kini menunggu sikap Kemendagri.

Sumber internal menyebut Kemendagri bisa memberikan teguran tertulis.
Ada kemungkinan sanksi lebih tegas jika ditemukan pelanggaran administratif.
Namun proses itu membutuhkan telaah mendalam.
Mendagri akan melihat dokumen izin dan kronologi keberangkatan.

Kronologi Singkat Peristiwa

Bencana melanda Aceh Selatan awal pekan ini.
Hujan deras memicu banjir dan longsor di sejumlah titik.
Tim penanggulangan bencana bergerak cepat mengevakuasi warga.
Situasi masih berubah karena cuaca belum stabil.

Di tengah kondisi itu, Mirwan memilih berangkat umrah bersama keluarga.
Perjalanan tersebut berlangsung tanpa persetujuan gubernur.

Informasi itu menyebar cepat dan mengundang kritik.
Pemerintah provinsi menegaskan ketidaksetujuan terhadap keputusan itu.

Gerindra kemudian menerima laporan lengkap.
DPP memutuskan mencopot Mirwan sebagai Ketua DPC.
Proses itu berlangsung cepat.
Partai ingin memberikan pesan tegas kepada semua kader.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *