Scroll untuk baca artikel
BERITA VIRAL

PANI Gelontorkan Rp14,6 Triliun, Kuasai Hampir 86% Saham Emiten PIK 2

209
×

PANI Gelontorkan Rp14,6 Triliun, Kuasai Hampir 86% Saham Emiten PIK 2

Sebarkan artikel ini
Sugianto Kusuma alias Aguan/IST

LOCERITA.CO –Emiten properti kongsi Sugianto Kusuma alias Aguan dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), memperkuat kendali atas perusahaannya dengan mengerek kepemilikan saham hingga hampir menyentuh 86%. Melalui serangkaian transaksi di pasar modal, PANI menghabiskan dana jumbo sebesar Rp14,64 triliun untuk memborong saham perseroan sepanjang pertengahan Desember 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan saham PANI melonjak signifikan dari sebelumnya 45,90% menjadi 85,95%. Aksi akumulasi ini mempertegas langkah agresif perseroan dalam menjaga pengendalian saham sekaligus memperkuat struktur kepemilikan menjelang pengembangan besar kawasan Pantai Indah Kapuk Dua (PIK 2).

Langkah korporasi ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan yang tengah mempersiapkan ekspansi kawasan dan konsolidasi anak usaha.

Borong Saham dalam Lima Tahap di Harga Seragam

PANI melaksanakan aksi pembelian saham biasa secara langsung dalam lima tahap selama periode 15 hingga 19 Desember 2025. Seluruh transaksi dilakukan pada harga yang sama, yakni Rp6.450 per saham, yang mencerminkan konsistensi strategi akumulasi perseroan.

Sebelum transaksi berlangsung, jumlah saham PANI yang tercatat berada di angka 2,60 miliar saham. Setelah seluruh rangkaian pembelian rampung, kepemilikan meningkat menjadi 4,87 miliar saham.

Rinciannya, PANI membeli 20,37 juta saham pada 15 Desember 2025. Aksi tersebut berlanjut sehari kemudian dengan pembelian 782,61 juta saham pada 16 Desember. Pada 17 Desember, perseroan kembali mengakumulasi 225,53 juta saham.

Pembelian agresif berlanjut pada 18 Desember dengan tambahan 466,44 juta saham, lalu ditutup pada 19 Desember 2025 dengan pembelian terbesar mencapai 775,19 juta saham. Jika dikalkulasikan, total saham yang diborong PANI mencapai 2,27 miliar saham.

Manajemen menyebutkan bahwa tujuan utama aksi tersebut adalah mempertahankan status pengendali saham. Langkah ini sekaligus mengurangi potensi dilusi kendali di tengah dinamika pasar dan rencana ekspansi perseroan.

Perkuat Kendali Anak Usaha CBDK

Selain mengerek kepemilikan saham di internal perseroan, PANI juga memperkuat kendali atas anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Perseroan tercatat mencaplok 87,27% saham CBDK melalui transaksi pembelian saham yang dilakukan pada 23 Desember 2025.

Dalam transaksi tersebut, PANI membeli sebanyak 74.802.272 saham CBDK dengan harga Rp6.450 per saham. Harga pembelian ini berada jauh di bawah harga penutupan saham CBDK pada periode tersebut yang berada di level Rp8.750 per saham.

Dengan demikian, harga transaksi tersebut mencerminkan diskon sekitar 26,28% dibandingkan harga pasar. Manajemen menegaskan bahwa aksi ini bertujuan mempertahankan status pengendali PANI atas CBDK, sekaligus mengamankan posisi strategis anak usaha dalam pengembangan kawasan PIK 2.

Langkah konsolidasi ini dinilai penting mengingat CBDK memegang peran strategis dalam pengembangan proyek-proyek properti dan kawasan terpadu yang tengah digarap grup usaha tersebut.

Right Issue Jumbo untuk Danai Ekspansi PIK 2

Sebelum aksi borong saham ini, PANI juga telah mengumumkan langkah korporasi besar melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Dalam aksi tersebut, emiten kongsi Aguan–Salim ini membidik perolehan dana jumbo.

Perseroan menetapkan harga pelaksanaan right issue sebesar Rp12.975 per saham dengan menerbitkan maksimal 1,21 miliar saham baru. Jumlah saham baru tersebut setara dengan 6,69% dari total saham setelah pelaksanaan right issue.

Apabila seluruh saham baru tersebut terserap pasar, PANI berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp15,73 triliun. Perseroan juga menyiapkan skema pengalokasian saham sisa apabila tidak seluruhnya diserap oleh pemegang HMETD.

Dalam skema tersebut, saham yang tidak diambil pemegang hak akan dialokasikan kepada investor yang melakukan pemesanan tambahan. Salah satunya adalah PT MAP yang menyatakan kesediaan untuk memesan tambahan hingga 450,32 juta saham.

Dana hasil right issue ini akan digunakan PANI untuk penyertaan modal ke CBDK. Skema yang ditempuh mencakup pembelian saham CBDK milik PT Agung Sedayu dan PT Mekar Jaya. Melalui langkah ini, PANI dan CBDK akan mempercepat pengembangan kawasan PIK 2 yang menjadi proyek unggulan grup.

Serangkaian aksi korporasi tersebut menegaskan strategi agresif PANI dalam memperkuat kendali, mengonsolidasikan anak usaha, serta memastikan pendanaan yang memadai untuk ekspansi jangka panjang. Pasar kini menanti dampak lanjutan dari langkah besar tersebut terhadap kinerja saham dan pengembangan kawasan PIK 2 ke depan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *