Scroll untuk baca artikel
BERITA INTERNASIONALSUDUT PARLEMEN

Puan Maharani Serukan Aksi Nyata Usai Gugurnya Direktur RS Indonesia di Gaza

359
×

Puan Maharani Serukan Aksi Nyata Usai Gugurnya Direktur RS Indonesia di Gaza

Sebarkan artikel ini
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) bersama para Wakil Ketua DPR RI lainnya

Nasional, Locerita.co – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya dr. Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang menjadi korban serangan udara Israel pada Rabu (2/7/2025).

Dalam pernyataannya usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (3/7), Puan menekankan bahwa tragedi tersebut bukan sekadar insiden dalam konflik, melainkan persoalan kemanusiaan yang harus mendapat perhatian serius dunia.

“Kami pimpinan DPR dan seluruh anggota DPR tentu saja mengucapkan turut berduka cita, berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas apa yang terjadi di Gaza, khususnya kepada Direktur Rumah Sakit di Gaza dan keluarga yang menjadi korban,” ujar Puan kepada awak media.

Puan menyampaikan keprihatinannya terhadap terus terjadinya serangan yang menyasar warga sipil, termasuk fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, seraya mengajak seluruh pihak untuk menjaga agar batas-batas kemanusiaan tidak terus dilanggar.

“Kami berharap hal tersebut jangan sampai terjadi lagi, karena ini bukan hanya masalah konflik yang terjadi di sana, tetapi ini adalah masalah kemanusiaan,” tegasnya.

Ia menambahkan pentingnya menghormati wilayah-wilayah yang seharusnya steril dari kekerasan, seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah. Menurutnya, serangan terhadap tempat-tempat tersebut melanggar prinsip dasar hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Menjaga wilayah-wilayah yang harusnya tidak terkontaminasi atau terlewati batas-batasnya di arah kemanusiaan,” tambah Puan.

Lebih lanjut, Puan meminta pemerintah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mencegah tragedi serupa di masa depan. Ia menekankan pentingnya peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional dan dalam mendorong penyelesaian damai atas krisis kemanusiaan di Gaza.

“Kami tentu saja meminta kepada pemerintah dan pihak-pihak yang terkait untuk bisa memitigasi, mengantisipasi, dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan,” katanya.

Berdasarkan laporan kantor berita Palestina WAFA, serangan Israel pada Rabu lalu menghantam gedung apartemen di barat daya Kota Gaza, menewaskan dr. Marwan Al-Sultan bersama istri dan beberapa anaknya. Jenazah mereka telah dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa. Organisasi kemanusiaan MER-C Indonesia, yang membawahi operasional RS Indonesia di Gaza, juga telah mengonfirmasi kabar duka tersebut dan menyebut bahwa serangan itu langsung mengenai kediaman pribadi dr. Marwan.

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza sendiri sudah beberapa kali menjadi target serangan pasukan Israel sejak agresi dimulai pada 7 Oktober 2023. Serangan terakhir pada akhir Mei 2025 menyebabkan kerusakan struktural parah dan menghambat layanan medis bagi warga Palestina yang sangat bergantung pada fasilitas tersebut.

Sejak awal konflik, lebih dari 56.500 warga Palestina tewas, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu, lebih dari 133.000 lainnya mengalami luka-luka, dengan kondisi kemanusiaan yang terus memburuk akibat blokade dan minimnya bantuan internasional.

Puan menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa kemanusiaan harus ditempatkan di atas segalanya. Ia menyerukan solidaritas, kepedulian global, dan langkah konkret untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina, khususnya mereka yang berada di Jalur Gaza.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *