LOCERITA.CO – Komisi IV DPRD Kaltim evaluasi menu makan SMAN 10 Samarinda setelah menerima berbagai laporan dari wali murid dan siswa asrama. Langkah ini menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap fasilitas pendidikan di Kalimantan Timur. Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, memimpin langsung kunjungan lapangan ke asrama sekolah unggulan tersebut pada pekan ini. Pihaknya ingin memastikan bahwa pengelola asrama memberikan asupan gizi yang layak bagi para siswa selama menempuh pendidikan.
Urgensi Komisi IV DPRD Kaltim Evaluasi Menu Makan SMAN 10 Samarinda
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan bahwa kualitas makanan memiliki dampak langsung terhadap kecerdasan dan kesehatan fisik siswa. Saat meninjau ruang makan dan dapur asrama, tim menemukan fakta yang memprihatinkan mengenai standar penyajian makanan. Program Komisi IV DPRD Kaltim evaluasi menu makan SMAN 10 Samarinda ini menyoroti minimnya variasi lauk pauk yang tersaji untuk para pelajar.
“Kami menerima keluhan bahwa makanan untuk anak-anak kita di asrama ini kurang layak. Oleh karena itu, hari ini kami melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar H. Baba dengan nada tegas. Ia menambahkan bahwa siswa membutuhkan energi ekstra untuk mengikuti jadwal pelajaran yang sangat padat. Jika kualitas makanan rendah, maka konsentrasi belajar siswa pasti akan menurun secara drastis.
Temuan Minimnya Gizi dan Variasi Makanan di Asrama
Dalam inspeksi mendalam tersebut, para anggota dewan memperhatikan setiap piring makanan yang tersaji untuk siswa. Mereka menemukan bahwa pihak pengelola katering menyajikan menu yang cenderung monoton setiap harinya. Selain itu, porsi protein dan sayuran hijau terlihat tidak seimbang jika kita bandingkan dengan porsi karbohidrat. Kondisi ini memicu kekhawatiran mengenai pemenuhan standar gizi kronis bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
DPRD Kaltim mencatat bahwa pihak ketiga atau penyedia jasa katering memegang tanggung jawab besar dalam masalah ini. Namun, pihak sekolah tetap memikul beban pengawasan harian. Melalui langkah Komisi IV DPRD Kaltim evaluasi menu makan SMAN 10 Samarinda, dewan meminta adanya perubahan kontrak kerja sama. Pengelola harus memasukkan standar nutrisi yang lebih tinggi dalam setiap sajian agar siswa tidak merasa jenuh dan tetap sehat.
Masalah Infrastruktur Air dan Listrik Mengganggu Konsentrasi
Selain fokus pada konsumsi, kunjungan ini juga mengungkap permasalahan sarana prasarana yang kronis di asrama SMAN 10 Samarinda. Para siswa melaporkan bahwa gangguan distribusi air bersih sering terjadi pada jam-jam krusial, seperti waktu subuh dan sore hari. Tidak hanya itu, instalasi listrik yang tidak stabil juga sering mengakibatkan pemadaman sepihak yang menghambat waktu belajar mandiri siswa di malam hari.
H. Baba menyatakan bahwa lingkungan asrama harus mendukung suasana belajar yang kondusif secara total. Masalah air dan listrik merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh mengalami kendala di sekolah berstatus unggulan. Pihak Komisi IV mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan instalasi jika kerusakan bersifat struktural. Kenyamanan siswa asrama menjadi tolok ukur keberhasilan manajemen sekolah dalam mengelola fasilitas negara.
Desakan Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Pihak Ketiga
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kaltim meminta manajemen SMAN 10 Samarinda segera memanggil pihak penyedia jasa katering. Dewan menginginkan adanya nota kesepahaman baru yang lebih menjamin kualitas hidangan. Komisi IV juga berencana memanggil Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur untuk membahas anggaran pemeliharaan asrama secara menyeluruh dalam rapat dengar pendapat mendatang.
“Kami tidak ingin mendengar ada siswa yang jatuh sakit karena kurang gizi atau lingkungan yang tidak higienis. Pihak katering wajib memperbaiki layanan mereka sekarang juga,” pungkas H. Baba. Ia menekankan bahwa hak-hak siswa asrama merupakan prioritas utama yang harus terpenuhi tanpa kompromi. SMAN 10 Samarinda sebagai ikon pendidikan Kaltim harus mencerminkan standar pelayanan terbaik di segala aspek, termasuk urusan dapur.
Komitmen Sekolah Meningkatkan Layanan Fasilitas Asrama
Merespons tekanan dari legislatif, pihak manajemen SMAN 10 Samarinda memberikan apresiasi tinggi atas perhatian para anggota dewan. Kepala sekolah berjanji akan melakukan perombakan sistem pengawasan internal terhadap kualitas makanan harian. Pihak sekolah mengakui adanya kendala teknis dalam koordinasi dengan pihak ketiga selama beberapa bulan terakhir.
Kini, manajemen sekolah sedang menyusun draf laporan evaluasi untuk mereka serahkan kepada pemerintah provinsi. Mereka berharap sinergi antara DPRD, Dinas Pendidikan, dan sekolah dapat menyelesaikan kemelut fasilitas asrama ini dengan cepat. Perbaikan kualitas menu makan dan infrastruktur asrama menjadi fokus utama sekolah dalam jangka pendek ini demi menjaga reputasi akademik para siswa.
(Redaksi)













