Samarinda, Locerita.co – Pemerintah Kota Samarinda mulai mempersiapkan diri menjadi bagian penting dalam Program Integrated City Planning (ICP), sebuah inisiatif nasional yang diusung Kementerian PUPR untuk mendorong transformasi kota-kota di Indonesia menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Komitmen ini disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam pertemuan resmi yang digelar di Teras Anjungan Karang Mumus, Balai Kota, Jumat (20/6).
Dalam forum tersebut, Andi Harun menyampaikan kesiapan Pemkot untuk mendukung penuh pelaksanaan ICP, termasuk menyiapkan kawasan strategis yang dinilai paling potensial untuk dikembangkan dalam kerangka program nasional tersebut.
“Kami tidak hanya menyambut baik, tetapi juga siap bergerak cepat dengan mengusulkan lokasi-lokasi yang memiliki nilai historis, ekonomi, dan sosial tinggi bagi masa depan kota,” ujar Andi.
Tiga kawasan yang menjadi usulan utama Pemkot Samarinda dalam skema ICP adalah Jembatan Mahakam I hingga Hotel Mercure yang akan diprioritaskan untuk pembangunan pintu air dan pengembangan Chinatown; kawasan Samarinda Seberang sebagai pusat budaya dan pelestarian sejarah; serta Palaran sebagai wilayah potensial untuk pengembangan pelabuhan dan industri.
“Pembangunan terintegrasi bukan semata urusan infrastruktur, tapi juga soal warisan budaya dan identitas kota. Karena itu, kami ingin Samarinda Seberang tetap menjadi jantung sejarah kota ini,” jelas Wali Kota.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan, menambahkan bahwa Pemkot juga akan segera menindaklanjuti program ini dengan koordinasi lintas sektor.
“Kami akan susun roadmap jangka pendek hingga jangka panjang, dengan melibatkan Bapperida dan Dinas PUPR agar implementasi sesuai dengan arah pengembangan nasional,” kata Hero.
Dalam konteks nasional, Samarinda telah masuk dalam lima kawasan strategis dalam skema ICP. Dua di antaranya, yakni wilayah Samarinda Kota dan Samarinda Ilir, telah ditetapkan sebagai kawasan prioritas. Samarinda Kota akan diarahkan pada pengembangan sistem transportasi massal seperti TOD dan Sky Train, serta revitalisasi kawasan sungai. Sementara Samarinda Ilir fokus pada penguatan ekonomi lokal lewat pengembangan TPI Selili.
Kepala Bapperida Samarinda, Irwan Wahyudi, menilai bahwa program ICP akan memperkuat posisi Samarinda sebagai kota strategis di Kalimantan Timur.
“Konektivitas dan daya saing wilayah bisa meningkat signifikan. Selain itu, program ini membuka peluang besar untuk pembiayaan infrastruktur dari pusat,” tuturnya.
Wali Kota Andi Harun menutup pertemuan dengan penegasan bahwa keterlibatan Samarinda dalam ICP adalah bagian dari visi jangka panjang kota.
“Kami ingin Samarinda menjadi kota modern, tapi tetap berpijak kuat pada nilai-nilai lokal. Program ICP adalah salah satu jalannya,” pungkasnya.
(Redaksi)













