Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALSUDUT PARLEMEN

Pemkot Samarinda Rencanakan Pengadaan Bus Sekolah untuk Atasi Krisis Transportasi Umum

88
×

Pemkot Samarinda Rencanakan Pengadaan Bus Sekolah untuk Atasi Krisis Transportasi Umum

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar (Ist)

Locerita.co – Masalah transportasi umum di Kota Samarinda terus menjadi sorotan, terutama mengingat semakin berkurangnya jumlah angkutan kota (angkot) yang beroperasi. Dalam kondisi ini, kebijakan Pemkot Samarinda untuk melakukan pengadaan Bus Umum menjadi solusi di tengah kebijkan melarang anak sekolah membawa kendaraan pribadi.

merespon kondisi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan bahwa pengadaan bus sekolah menjadi solusi dan sejalan dengan Permendagri Nomor 15 Tahun 2024, yang mengatur kewajiban pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas angkutan umum, termasuk yang diperuntukkan bagi pelajar.

Deni juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pengadaan bus sekolah ini, mengingat kondisi armada angkot yang sudah tua dan kapasitasnya yang terbatas. Oleh karena itu, bus dengan kapasitas lebih besar dan lebih bervariasi, mulai dari 20 hingga 45 penumpang, menjadi solusi yang lebih tepat untuk memenuhi kebutuhan transportasi pelajar di Kota Samarinda.

“Kami berharap setiap dapil di Samarinda bisa menyediakan bus sekolah ini. Pengadaan bus ini bukan hanya soal meningkatkan jumlah armada, tapi juga untuk memberikan alternatif transportasi yang lebih nyaman dan aman bagi pelajar,” ungkap Deni.

Selain itu, Deni juga mengusulkan agar pengadaan bus sekolah ini dapat mengadopsi skema buy the service (BTS), di mana pemerintah akan membayar operator bus untuk menyediakan layanan, tanpa harus terlibat langsung dalam operasional dan pemeliharaan armada.

Skema ini, menurutnya, telah terbukti efektif beberapa kota di Indoensia seperti batam, di mana masyarakat dapat menikmati layanan transportasi dengan tarif terjangkau berkat subsidi dari pemerintah.

Deni optimis bahwa skema serupa bisa diterapkan di Samarinda, sehingga masyarakat, terutama pelajar, dapat menikmati transportasi umum dengan biaya yang lebih rendah.

Sebagai langkah awal, Deni mengusulkan agar pengadaan bus sekolah dimulai dengan uji coba di beberapa wilayah yang memiliki kebutuhan transportasi lebih tinggi, seperti kawasan Sungai Kunjang, Samarinda Utara, dan Palaran.

Daerah-daerah ini memiliki jarak yang lebih jauh dan memerlukan sarana transportasi yang lebih besar daripada angkot yang ada saat ini.

“Kami berharap uji coba ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana sistem bus sekolah dapat berjalan dengan baik di Samarinda. Dengan perencanaan yang matang, program ini diharapkan dapat terlaksana dengan efektif,” harap Deni.

Dengan adanya subsidi dari pemerintah, Deni meyakini bahwa tarif transportasi untuk pelajar bisa sangat terjangkau, sehingga diharapkan dapat meringankan beban orang tua pelajar sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *