Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Gubernur Kaltim Setujui Penutupan Sementara Alur Pelayaran di Bawah Jembatan Mahakam Samarinda

176
×

Gubernur Kaltim Setujui Penutupan Sementara Alur Pelayaran di Bawah Jembatan Mahakam Samarinda

Sebarkan artikel ini
Jembatan Mahkota I Samarinda yang dilakukan Penutupan Sementara Untuk Perbaikan (Ist)

Locerita.co — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya menyetujui penutupan sementara alur pelayaran di bawah Jembatan Mahakam Samarinda.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi setelah insiden tabrakan tongkang bermuatan kayu dengan Jembatan Mahakam I pada 16 Februari 2025 yang merusak dua fender atau pelindung pilar jembatan. Meski keputusan ini menuai pro dan kontra, Gubernur Mas’ud menilai langkah tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat yang melintas di jembatan tersebut.

Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa penutupan alur pelayaran sementara dilakukan selama proses investigasi yang sedang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim. Ia menegaskan bahwa keberadaan fender yang rusak dapat membahayakan struktur jembatan, mengingat jembatan yang dibangun pada tahun 1983 ini sudah berusia 45 tahun.

“Tanpa fender, jembatan ini berisiko runtuh. Kami tidak ingin peristiwa serupa terulang dan menimbulkan korban jiwa,” ungkap Rudy.

Sebelumnya, rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim untuk menutup sementara alur pelayaran di bawah Jembatan Mahakam sempat memicu perdebatan. Banyak pihak yang menolak, termasuk insan kemaritiman seperti Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, serta Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim. Mereka mengajukan berbagai alternatif pencegahan agar insiden serupa tidak terulang tanpa harus menutup alur pelayaran yang penting bagi aktivitas transportasi laut.

Namun, Gubernur Kaltim tetap konsisten pada keputusan untuk menutup sementara alur pelayaran hingga hasil investigasi selesai dilakukan. Rudy Mas’ud menegaskan bahwa penutupan ini hanya sementara, dengan tujuan untuk memastikan bahwa jembatan tetap aman dan tidak membahayakan pengguna jalan.

“Jika investigasi menunjukkan bahwa fender perlu dipasang ulang, maka itu harus dilakukan terlebih dahulu sebelum jembatan dibuka kembali untuk dilalui,” tegasnya.

Selain itu, Rudy juga mengungkapkan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian besar bagi pihak pemerintah.

“Jembatan ini merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan Samarinda Seberang dengan kota utama. Kami tidak akan mengambil risiko apapun terkait keselamatan warga,” ujar Rudy.

Di sisi lain, meskipun penutupan ini akan berdampak pada alur pelayaran yang sangat sibuk, Gubernur Mas’ud berharap masyarakat bisa memahami keputusan ini demi keselamatan bersama. Pemerintah daerah juga berencana untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa seluruh pihak dapat beradaptasi dengan kebijakan sementara tersebut, serta mencari solusi jangka panjang agar insiden serupa tidak terjadi lagi.

Dengan keputusan ini, Pemprov Kaltim berharap dapat mempercepat proses perbaikan dan memastikan infrastruktur Jembatan Mahakam tetap berfungsi dengan baik, aman, dan tidak menimbulkan dampak negatif lebih lanjut terhadap aktivitas pelayaran maupun lalu lintas darat di kawasan tersebut.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *