Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDAERAHSUDUT PARLEMEN

Perlu Kolaborasi Antar Pemerintah Tanggulangi Masalah Sampah di Samarinda

202
×

Perlu Kolaborasi Antar Pemerintah Tanggulangi Masalah Sampah di Samarinda

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar

Samarinda, Locerita.co – Tingginya volume sampah di Kota Samarinda menjadi tantangan serius yang tidak bisa ditangani secara sepihak. Kompleksitas persoalan ini, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga armada pengangkutan, mendorong DPRD Kota Samarinda untuk mendesak adanya kolaborasi lintas level pemerintahan dalam penanganannya.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di ibu kota Kalimantan Timur ini harus menjadi agenda bersama, baik oleh Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi.

“Tanggung jawab sampah tidak hanya milik pemerintah kota, tapi juga pemerintah provinsi harus turut andil,” tegas Deni, Jumat (23/5/2025).

Ia mengingatkan, sebagai pusat pemerintahan provinsi, Samarinda seharusnya mendapatkan perhatian lebih dalam hal penanganan sampah agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang lebih besar.

“Apalagi, Samarinda adalah pusat pemerintahan provinsi, tentu persoalan sampah harus ditangani dengan serius dan kolaboratif,” ujarnya.

Deni mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda untuk mendorong peningkatan layanan persampahan. Salah satu strategi utama adalah optimalisasi anggaran, termasuk membuka akses pendanaan dari provinsi dan pusat.

“Kita tidak hanya bergantung pada APBD Kota, tetapi juga harus mencari dukungan dari APBD Provinsi dan bahkan APBN,” jelasnya.

Ia menyebutkan sejumlah program seperti revitalisasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pengadaan armada baru, serta normalisasi sungai yang terdampak limbah domestik bisa dikolaborasikan anggarannya melalui program lintas instansi.

“Seperti halnya normalisasi sungai dan revitalisasi TPS, itu bisa menggunakan anggaran dari pusat dan provinsi,” tambahnya.

Deni juga menyoroti perlunya pembaruan armada pengangkut sampah dan pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar sesuai dengan kebutuhan kota yang terus berkembang. Menurutnya, keterlambatan pengangkutan kerap disebabkan armada tua yang tidak lagi memadai.

“Volume sampah meningkat, tapi armada kita masih itu-itu saja. Ini harus jadi perhatian bersama,” katanya.

DPRD Samarinda, lanjut Deni, akan terus mendorong terwujudnya sinergi kebijakan dan anggaran agar pengelolaan sampah tidak hanya menjadi simbol, melainkan solusi konkret yang berdampak langsung pada kesehatan lingkungan.

“Kami akan terus mendorong sinergi antara Pemkot dan Pemprov agar pengelolaan sampah bisa berjalan optimal,” ungkapnya.

“Ini bukan hanya persoalan kebersihan, tapi juga kesehatan masyarakat dan kelangsungan lingkungan di Samarinda,” pungkas Deni.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *