Samarinda, Locerita co – DPRD Kota Samarinda menyoroti maraknya penyebaran data pribadi atau doxing yang menyerang individu di media sosial.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik agar tidak menyimpang dari prinsip demokrasi yang sehat.
Dalam wawancara bersama sejumlah wartawan, Helmi mengungkapkan keprihatinannya atas tren digital yang kerap mencampurkan opini dengan serangan personal. Ia menegaskan bahwa demokrasi bukanlah ajang untuk saling menjatuhkan, melainkan ruang untuk bertukar gagasan secara sehat dan bertanggung jawab.
“Setiap warga negara punya hak untuk berpendapat, namun itu bukan berarti bebas merendahkan atau membocorkan informasi pribadi orang lain,” ujar Helmi Senin (26/5/2025).
Fenomena ini, menurut Helmi, telah menodai semangat keterbukaan yang menjadi fondasi demokrasi. Ia mengatakan bahwa DPRD Samarinda mendukung kritik dari masyarakat, namun mengingatkan bahwa kritik tersebut harus disampaikan secara rasional dan tidak menyesatkan.
“Kritik adalah bagian penting dari proses perbaikan. Tapi tolong, jangan berdasarkan asumsi apalagi hoaks. Itu malah merusak,” katanya tegas.
Ia menilai bahwa penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab justru bisa memperuncing konflik dan merusak kohesi sosial di Samarinda. Oleh karena itu, ia menyerukan agar ruang digital dimanfaatkan sebagai medium edukasi dan dialog konstruktif.
“Media sosial itu alat, bukan senjata. Jangan jadikan platform itu sebagai ajang permusuhan,” ucap politisi Partai Gerindra tersebut.
Selain mengecam aksi doxing, Helmi juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. Ia mendorong agar pemerintah dan lembaga pendidikan lebih aktif dalam mengedukasi publik mengenai etika digital, terutama di kalangan generasi muda.
“Literasi digital harus jadi prioritas. Warga perlu paham cara memilah informasi dan tahu batas antara kritik dan fitnah,” tuturnya.
Helmi memastikan bahwa DPRD Samarinda tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Namun ia berharap hal tersebut dilakukan melalui jalur yang tepat dan dengan tujuan membangun, bukan memperkeruh suasana.
“Silakan beri masukan. Tapi mari kita saling jaga, karena kita semua bagian dari kota ini. Kritik sebaiknya menjadi cermin bersama, bukan alat untuk menciptakan perpecahan,” pungkasnya.
(Redaksi)













