Pemprov Kaltim Dorong Akses Pesisir dan Tol Samarinda–Bontang Meski Anggaran Terpangkas
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menunjukkan komitmennya memperkuat konektivitas antarwilayah, meskipun menghadapi tekanan fiskal akibat pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga 73 persen pada tahun 2026. Salah satu fokus utamanya adalah membuka akses jalan pesisir di Kutai Kartanegara (Kukar) dan menyiapkan rencana pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, pembangunan infrastruktur transportasi tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Menurutnya, akses jalan yang baik menjadi kunci pemerataan pembangunan dan kemudahan mobilitas warga.
“Peningkatan konektivitas adalah kebutuhan mendesak. Akses jalan pesisir akan mempercepat pergerakan masyarakat antarwilayah, dari Samarinda hingga Bontang,” ujar Rudy di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Senin (27/10/2025).
Rudy mengungkapkan, dalam kunjungan kerjanya ke wilayah pesisir Kukar, ia meninjau langsung kondisi jalan di kawasan Anggana, Kutai Lama, Muara Badak, Marang Kayu hingga perbatasan Bontang. Ia menilai, perbaikan akses di jalur tersebut akan memberikan dampak besar terhadap ekonomi lokal dan efisiensi distribusi barang.
Selain peningkatan jalan pesisir, Pemprov Kaltim juga menyiapkan langkah strategis melalui rencana pembangunan jalan tol Samarinda–Bontang, yang menjadi kelanjutan dari proyek tol Balikpapan–Samarinda. Meski begitu, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama.
“Mudah-mudahan kita bisa realisasikan dengan kerja sama. Karena anggaran daerah sekarang banyak terpangkas, kita harus tetap bertahan dengan kondisi yang ada,” jelas Rudy.
Sebagai alternatif pembiayaan, Pemprov Kaltim sedang mengkaji penggunaan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk merealisasikan proyek tol tersebut. Dengan skema ini, pemerintah daerah dapat menggandeng pihak swasta dalam penyediaan infrastruktur strategis tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Kita harap pembangunan bisa berjalan lewat kerja sama dengan badan usaha. InsyaAllah, dengan sinergi yang baik, pembangunan tetap bisa kita lanjutkan,” kata Rudy optimistis.
(Redaksi)













