Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Pemkot Samarinda Siapkan 5.000 Vaksin Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

90
×

Pemkot Samarinda Siapkan 5.000 Vaksin Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Sebarkan artikel ini
Pemkot Samarinda Berikan Vaksin Rabies Secara Gratis/IST

LOCERITA.CO – Pemerintah Kota Samarinda memperkuat langkah pencegahan penyakit zoonosis dengan menyiapkan 5.000 dosis vaksin rabies gratis bagi hewan peliharaan milik warga. Program vaksinasi rabies ini menyasar seluruh kecamatan di Kota Samarinda sebagai bagian dari upaya mewujudkan Samarinda bebas rabies pada 2028.

Pemerintah Kota Samarinda mengerahkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk melaksanakan vaksinasi rabies secara terstruktur dan merata. Program ini menyasar hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, kera, dan musang, yang berpotensi menularkan virus rabies kepada manusia melalui gigitan atau luka terbuka.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan, menegaskan bahwa rabies masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, mengambil langkah preventif melalui vaksinasi massal untuk memutus mata rantai penularan rabies dari hewan ke manusia.

Hero Mardanus menyatakan Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen memberantas penyakit menular, khususnya rabies, secara menyeluruh. Pemerintah daerah menargetkan Kota Samarinda terbebas dari rabies pada 2028 melalui program vaksinasi, edukasi masyarakat, dan pengawasan kesehatan hewan secara rutin.

Menurut Hero, virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan cepat. Virus tersebut masuk ke tubuh manusia melalui gigitan hewan atau luka terbuka yang terpapar air liur hewan penular rabies. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama.

Pemkot Samarinda Targetkan Bebas Rabies 2028

Pemerintah Kota Samarinda menetapkan target bebas rabies pada 2028 dengan memperkuat intervensi kesehatan hewan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Program vaksinasi rabies gratis menjadi salah satu instrumen utama dalam strategi tersebut.

Hero Mardanus menjelaskan bahwa upaya pengendalian rabies tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Pemilik hewan peliharaan perlu memastikan hewannya mendapatkan vaksin rabies secara berkala untuk melindungi lingkungan sekitar dari risiko penularan.

Pemerintah Kota Samarinda juga menekankan pentingnya pelaporan dini apabila warga menemukan hewan dengan gejala rabies di lingkungan tempat tinggal. Gejala rabies pada hewan meliputi perubahan perilaku, agresivitas, air liur berlebihan, serta kesulitan menelan. Laporan cepat memungkinkan petugas mengambil tindakan medis dan pengamanan secara tepat.

Hero Mardanus meminta masyarakat menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan memberikan pakan layak, menjaga kebersihan kandang, serta membatasi interaksi hewan dengan hewan liar yang berpotensi membawa virus rabies. Pemerintah daerah menilai langkah ini efektif dalam menekan risiko penularan rabies di wilayah perkotaan.

Vaksin Rabies Menyasar 10 Kecamatan di Samarinda

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda menyiapkan 5.000 dosis vaksin rabies yang tersebar di 10 kecamatan. DKPP mendistribusikan vaksin melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan hewan.

Kepala DKPP Kota Samarinda, Darham, menjelaskan bahwa program vaksinasi rabies tidak hanya menyasar hewan peliharaan berpemilik, tetapi juga menjangkau anjing liar yang berada di lingkungan permukiman. Tim vaksinator melakukan pendekatan persuasif dan teknis untuk memastikan vaksinasi berjalan aman dan efektif.

Darham menyatakan DKPP menyediakan layanan vaksinasi rabies gratis di Puskeswan Jalan Biola, Samarinda. Warga dapat membawa hewan peliharaan secara langsung tanpa dipungut biaya. Pemerintah daerah menyediakan stok vaksin hingga akhir tahun untuk menjamin keberlanjutan program.

Menurut Darham, vaksinasi rabies menjadi langkah paling efektif dalam mencegah rabies pada hewan dan manusia. Vaksin rabies mampu membentuk kekebalan tubuh hewan sehingga menurunkan potensi penularan virus di lingkungan masyarakat.

DKPP juga mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi rabies. Petugas lapangan memberikan edukasi tentang bahaya rabies, cara penanganan gigitan hewan, serta prosedur pelaporan apabila terjadi kasus dugaan rabies.

Darham mengimbau warga Samarinda bersikap proaktif membawa hewan kesayangannya untuk divaksin. Ia menilai keterlibatan masyarakat menentukan keberhasilan program bebas rabies. Pemerintah daerah, kata dia, menyediakan fasilitas dan tenaga medis hewan untuk memastikan layanan berjalan optimal.

Pencegahan Rabies Jadi Prioritas Kesehatan Masyarakat

Pemerintah Kota Samarinda menempatkan pencegahan rabies sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat. Rabies termasuk penyakit zoonosis yang berdampak fatal apabila tidak mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

Pemerintah daerah mencatat bahwa kasus rabies sering terjadi akibat rendahnya kesadaran vaksinasi hewan peliharaan dan tingginya interaksi antara manusia dengan hewan penular rabies. Program vaksinasi gratis ini diharapkan meningkatkan cakupan vaksinasi dan menurunkan risiko kejadian rabies di Samarinda.

Selain vaksinasi, pemerintah daerah juga memperkuat pengawasan lalu lintas hewan dan pengendalian populasi hewan liar. Langkah ini mendukung upaya jangka panjang dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang aman dan sehat.

Pemerintah Kota Samarinda mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung program vaksinasi rabies gratis sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Partisipasi aktif warga akan mempercepat tercapainya target Samarinda bebas rabies pada 2028.

Dengan ketersediaan 5.000 dosis vaksin rabies gratis, layanan Puskeswan yang terbuka bagi masyarakat, serta komitmen pemerintah daerah, Kota Samarinda memperkuat sistem pencegahan rabies secara menyeluruh. Pemerintah daerah menegaskan bahwa perlindungan kesehatan manusia dimulai dari kesehatan hewan di lingkungan sekitar.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *