LOCERITA.CO- Pasca di tangkapnya tiga orang pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie (RSUD AWS), dalam perkara korupsi. PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik segera mengumpulkan Direksi dan Jajaran RSUD AWS di Samarinda untuk membahas bagaimana perbaikan sistem kedepan.
Perlu ada evaluasi yang menyeluruh, bagaimana permasalahan yang terjadi, bagaimana sistemnya di dalamnya, kata Akmal dalam keterangannya Jumat 19 Juli 2024.
Lebih jauh Akmal mengatakan dirinya sudah menyiapkan untuk membentuk tim yang akan mengaudit menyeluruh operasional di internal RSUD AWS.
“Saya sudah menyiapkan Tim audit Ketuanya saya minta dari Diskes, di dalamnya ada Inspektorat, Bappeda, Biro Organisasi, BKD dan RSUD AW Syahranie”, kata Akmal.
“Kita akan kasih waktu melakukan audit Menyuruh dalam satu bulan, setelah itu segera melaporkn hasil audit “, Jelas Akmal.
Apalagi dengan adanya kasuk korupsi dan meninggalnya bayi berusaha balita di RSUD AWS perlu upaya untuk menata kembali sistem internal dan membetuk tim audit, pembentukan tim audit bukan untuk mencari yang benar atau yang salah, tapi dilakukan untuk mencari permasalahan apa yang terjadi, Terang Akmal.
Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini meminta kepada tim tersebut paling lambat satu bulan sudah memberikan hasil evaluasi menyeluruh itu ke dirinya. Setelah itu, lanjut, akan dilihat langkah-langkah apa yang harus ditempuh untuk peningkatan pelayanan publik yang ada. “Jadi ini adalah bagian dari reformasi cara kerja birokrasi,” tegasnya.
Saat di tanya komitmen penegakan hukum soal kasus korupsi yang terjadi yang melibatkan oktum di rumah sakit RSUD AWS, “kami tidak akan menutup nutupi kasus ini”, tegas Akmal.
Dalam melakukan evaluasi Akmal berjanji akan melakukannya secara menyeluruh, bukan hanya soal tata kelola tambahan penghasilan pegawai (TPP) tapi melingkungkupi seluruh sistem yang ada.
Seperti di ketahui dugaan korupsi TPP melibatkan tiga pegawai RSUD AWS dan proses hukum sedang berjalan di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.
(Redaksi)













