Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Revitalisasi Pasar Segiri: Pemkot Samarinda Matangkan Konsep dan Penataan Menyeluruh

159
×

Revitalisasi Pasar Segiri: Pemkot Samarinda Matangkan Konsep dan Penataan Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda Andi Harun, perencanaan revitalisasi Pasar Segiri untuk menata zonasi pedagang dan sirkulasi pengunjung./ist

LOCERITA.CO – Revitalisasi Pasar Segiri kini memasuki babak baru dengan pengawasan ketat sejak tahap awal. Pemerintah Kota Samarinda saat ini sedang menyiapkan penataan menyeluruh untuk mengubah wajah pasar tradisional terbesar di kota ini. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa proyek ini tidak akan berjalan secara parsial atau bertahap lagi. Pihaknya merancang pembangunan berbasis perencanaan jangka panjang dengan pendekatan desain yang sangat komprehensif. Langkah ini bertujuan agar pasar memiliki dasar pertanggungjawaban yang kuat dan memberikan manfaat nyata bagi pedagang maupun pembeli.

Pemkot Samarinda Libatkan Inspektorat dalam Revitalisasi Pasar Segiri

Andi Harun menyampaikan komitmen besar tersebut saat memimpin rapat pembahasan awal konsep desain. Ia menekankan bahwa kualitas perencanaan awal menentukan keberhasilan pembangunan pada tahap selanjutnya secara signifikan. Wali Kota menyadari bahwa lemahnya perencanaan sering kali memicu berbagai persoalan dalam pembangunan fasilitas publik. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Samarinda kini mengubah pola pengawasan proyek strategis daerah secara total.

Pemerintah melibatkan Inspektorat Daerah sejak proses perencanaan baru dimulai, bukan hanya saat pemeriksaan akhir. Andi Harun meminta Inspektorat memperkuat fungsi pengawalan guna meminimalkan potensi kesalahan desain. “Inspektorat Daerah tidak seharusnya hanya berperan pada tahap pemeriksaan setelah kegiatan berjalan,” ujar Andi Harun pada Kamis (22/1/2026). Ia mewajibkan seluruh proyek strategis melalui proses reviu perencanaan mulai tahun ini. Langkah preventif ini bertujuan mencegah penyimpangan pelaksanaan yang sering muncul saat tahap konstruksi bangunan berlangsung.

Fokus Penataan Zonasi dan Sirkulasi Pengunjung

Wali Kota Samarinda menyoroti beberapa poin krusial dalam penilaian konsep desain awal Revitalisasi Pasar Segiri. Ia menilai pengaturan zonasi dan sirkulasi pada pintu masuk utama masih belum optimal. Ketidakjelasan alur pergerakan pengunjung berisiko menimbulkan tumpang tindih fungsi yang parah. Kondisi tersebut tentu akan menghambat aktivitas perdagangan sehari-hari di area pasar. Maka dari itu, ia menginstruksikan tim perencana agar membedakan jalur pengunjung dan jalur distribusi barang secara tegas.

Selain itu, desain terbaru harus menyediakan jalur khusus untuk kondisi darurat yang mudah diakses. Andi Harun tidak ingin ketidakteraturan masa lalu terulang kembali akibat pengaturan teknis yang tidak jelas. Ia mendorong rancangan pasar yang menyediakan ruang transisi serta area layanan pendukung yang memadai. Area pengelolaan limbah dan aktivitas logistik harus berada di lokasi yang tepat agar tidak mengganggu pandangan pengunjung. Hal ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, dan higienis bagi warga Samarinda.

Menyesuaikan Kapasitas dengan Kebutuhan Riil Pedagang

Aspek penting lainnya dalam Revitalisasi Pasar Segiri adalah kajian kebutuhan dan kapasitas pedagang secara realistis. Andi Harun mengingatkan bahwa pembangunan pasar bukan hanya soal kemegahan fisik bangunan semata. Pemerintah harus mempertimbangkan tingkat keterisian lapak agar pasar dapat berfungsi secara optimal setiap hari. Ia mewajibkan adanya kajian okupansi yang cermat sebelum konstruksi dimulai agar tidak ada ruang yang terbengkalai.

Pembangunan tanpa kajian yang matang berisiko memunculkan praktik sewa tidak resmi yang merugikan keuangan daerah. Wali Kota menginginkan pasar rakyat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pedagang lokal. Dengan demikian, Pasar Segiri mampu beroperasi secara berkelanjutan sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Bagi Pemkot Samarinda, revitalisasi ini memiliki kaitan erat dengan tata kelola anggaran serta kepastian hukum. Program ini juga menyentuh aspek keselamatan publik dan keberlangsungan ekonomi masyarakat luas dalam jangka panjang. Seluruh masukan dalam rapat akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen perencanaan sebelum proyek memasuki tahapan konstruksi fisik.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *