Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDAERAHSUDUT PARLEMEN

Samarinda Didorong Jadi Simpul Transportasi Kereta Api Kalimantan, DPRD: Ini Momentum Ekonomi Baru

184
×

Samarinda Didorong Jadi Simpul Transportasi Kereta Api Kalimantan, DPRD: Ini Momentum Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan

Samarinda, Locerita.co – Proyek ambisius pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Timur kembali mengemuka dan mendapat respons positif dari legislatif daerah. Kali ini, perhatian tertuju pada potensi besar yang dimiliki Kota Samarinda untuk menjadi simpul utama transportasi jika proyek tersebut terealisasi, mengingat posisinya yang strategis sebagai pusat perdagangan dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menyambut baik wacana tersebut dan mendorong agar pemerintah kota turut aktif mengamankan posisi Samarinda dalam proyek strategis ini.

“Jika stasiun utamanya ditempatkan di Samarinda, dampaknya akan luar biasa terhadap perputaran ekonomi lokal. Kita bicara bukan hanya konektivitas, tapi juga pergeseran pusat aktivitas,” ujarnya saat diwawancarai di kantor DPRD Selasa (20/5/2025).

Menurut Viktor, moda transportasi kereta api bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi jangka panjang, terutama dalam distribusi barang dan mobilitas manusia. Ia menyebut Samarinda berpotensi menjadi pusat logistik baru seiring meningkatnya kebutuhan transportasi antarwilayah pasca-beroperasinya IKN.

“Ini bisa menjadi peluang besar untuk menambah Pendapatan Asli Daerah. Distribusi hasil bumi dan barang akan lebih efisien,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa rencana pembangunan jalur rel kereta api di Kalimantan bukanlah gagasan baru. Sebelumnya, telah digagas proyek rel Borneo sepanjang 203 kilometer dengan nilai investasi lebih dari Rp53 triliun. “Kita sudah pernah punya blueprint-nya. Sayangnya, mandek karena investornya, Russian Railways, mundur di tahun 2020,” jelas Viktor.

“Kalau sekarang ada ketertarikan baru dari luar negeri, kita harus sigap. Jangan mengulangi kesalahan lalu karena lambat menindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pusat, hingga otoritas IKN.

“Tanpa sinergi yang kuat, proyek sebesar ini akan sulit jalan. Samarinda harus ambil peran sebagai penggerak, bukan hanya penonton,” ujar Viktor.

Berdasarkan data dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), proyek kereta api Borneo masih tercatat dalam tahap persiapan. Ini, menurut Viktor, menjadi sinyal bahwa peluang masih terbuka, meskipun banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan terutama soal pendanaan dan kepastian lahan.

“Kita tak boleh sekadar menunggu, tapi harus proaktif memastikan Samarinda dilibatkan secara signifikan,” tuturnya.

“Ini momentum yang tidak datang dua kali. Kereta api bukan hanya moda transportasi—ia bisa menjadi simbol transformasi ekonomi Kalimantan. Samarinda harus bersiap menyambut perubahan itu sekarang,” pungkas Viktor.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *