Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDAERAHSUDUT PARLEMEN

Sekolah Unggulan Berbasis Internasional di Samarinda Disorot, DPRD Tekankan Seleksi Transparan dan Pemerataan Mutu

166
×

Sekolah Unggulan Berbasis Internasional di Samarinda Disorot, DPRD Tekankan Seleksi Transparan dan Pemerataan Mutu

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi,

Samarinda, Locerita.co – Rencana operasional sekolah unggulan berbasis internasional di kawasan Loa Bakung, Sungai Kunjang, memantik perhatian publik. Meski digadang-gadang sebagai proyek percontohan pendidikan di Samarinda, sejumlah pihak mengingatkan pentingnya integritas dalam proses penerimaan siswa dan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sekolah.

Menanggapi kekhawatiran soal potensi praktik suap menyusul seleksi masuk yang kompetitif, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa proses seleksi harus berjalan transparan dan berbasis pada kompetensi siswa.

“Proses seleksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah, namun harus melalui tes dan berdasarkan kemampuan dan kompetensi siswa,” tegas Ismail Kamis (22/5/2024).

Menurutnya, kehadiran sekolah unggulan ini tidak boleh mencederai prinsip keadilan dalam pendidikan. Ia meminta agar Pemkot Samarinda melakukan pengawasan ketat, agar tidak ada celah bagi permainan tidak sehat dalam proses penerimaan siswa.

“Tinggal bagaimana pengawasan ketat dari Pemkot dan DPRD supaya target yang diinginkan itu tercapai,” ujarnya.

Ismail juga menekankan bahwa sekolah tersebut semestinya tidak hanya menjadi tempat eksklusif bagi siswa-siswa berprestasi, melainkan bisa memberi dampak positif dan menular ke sekolah lain di kota ini.

“Harapannya bisa menular ke sekolah lain di Samarinda,” ungkapnya.

Ia menilai penting bagi setiap wilayah di Samarinda memiliki minimal satu sekolah unggulan yang bisa menjadi contoh baik dari segi manajemen, kualitas pembelajaran, maupun capaian siswa.

“Minimal di setiap daerah ada satu sekolah yang menjadi percontohan, agar standarnya bisa naik secara merata,” kata dia.

Namun, Ismail mengingatkan agar pembangunan sekolah unggulan tidak melupakan sekolah-sekolah lain yang masih membutuhkan perhatian, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pengajar, maupun fasilitas pendukung.

“Kita berharap tak meluputkan kewajiban pemerintah kota untuk tetap memperhatikan sekolah-sekolah yang lain,” imbuhnya.

Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda sudah memulai proses seleksi untuk kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang akan bertugas di sekolah unggulan tersebut. Kurikulum Cambridge akan menjadi basis pembelajaran, dan sekolah ini ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran 2025.

Dengan sistem seleksi yang ketat dan pengawasan menyeluruh, Ismail optimistis sekolah ini bisa menjadi lompatan besar dalam pengembangan kualitas pendidikan di Samarinda.

“Kalau dilakukan dengan benar, sekolah ini bisa jadi model pendidikan ideal yang menginspirasi perubahan di seluruh sekolah,” tutupnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *