Scroll untuk baca artikel
POLITIK TERKINI

Regenerasi Struktur PDIP Kaltim, Rendi Solihin Pimpin PDIP Kukar, Edi Damansyah Naik ke DPD

750
×

Regenerasi Struktur PDIP Kaltim, Rendi Solihin Pimpin PDIP Kukar, Edi Damansyah Naik ke DPD

Sebarkan artikel ini
Rendi Solihin dan Edy Damansyah Politisi PDIP/IST

LOCERITA.CO – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin resmi memimpin DPC PDIP Kukar periode 2025–2030. Penetapan tersebut berlangsung dalam rangkaian Konferda dan Konfercab PDIP Kalimantan Timur (Kaltim) di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (8/12/2025). Pergeseran kepemimpinan itu terjadi seiring langkah politik Edi Damansyah yang naik ke struktur provinsi sebagai Bendahara DPD PDIP Kaltim.

Keputusan DPP menugaskan Rendi memimpin Kukar menandai regenerasi baru di daerah yang menjadi salah satu basis penting PDIP. Rendi berdiri saat SK dibacakan, sementara peserta Konferda memberikan tepuk tangan panjang. Dengan kepercayaan tersebut, Rendi memulai periode baru bersama Andi Faisal sebagai Sekretaris dan Sugeng Haryadi sebagai Bendahara DPC.

Sementara itu, Edi mengambil peran baru setelah menyelesaikan masa pengabdian sebagai Ketua DPC Kukar. DPP menempatkannya di posisi strategis di DPD untuk memperkuat kinerja administratif dan konsolidasi keuangan partai di seluruh kabupaten/kota. .

Formasi Baru DPD PDIP Kaltim 2025–2030

Konferda juga menetapkan formasi baru DPD PDIP Kaltim. DPP kembali memberikan mandat kepada Safaruddin sebagai Ketua DPD. Ananda Emira Moeis tetap menjabat Sekretaris, sementara Edi Damansyah mengisi posisi Bendahara.

Di hadapan peserta Konferda, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya merit system dalam penentuan ketua DPD dan ketua DPC. Hasto meminta seluruh pengurus memperkuat arah politik PDIP di Kaltim serta mendengarkan aspirasi akar rumput secara konsisten.

Hasto juga menegaskan bahwa Konferda bukan sekadar agenda lima tahunan. Menurutnya, forum tersebut menjadi tempat evaluasi besar dan perumusan strategi jangka panjang untuk menghadapi tantangan politik menjelang 2029. DPP menargetkan seluruh pengurus mampu bekerja lebih cepat dan adaptif.

Perombakan Besar di Tingkat Kabupaten/Kota

PDIP Kaltim memperkenalkan perombakan besar dalam struktur DPC se-Kaltim. Rangkaian perubahan itu menandai langkah partai menyuntikkan lebih banyak darah muda dalam organisasi. Sejumlah kabupaten/kota kini dipimpin figur baru.

Samarinda mengalami pergantian kepemimpinan setelah Iswandi ditetapkan sebagai Ketua DPC. Sugiyono, yang sebelumnya memimpin Samarinda, bergeser ke struktur DPD. Di Balikpapan, Budiono naik ke kepengurusan provinsi, sementara Eddy Sunardi Darmawan ditempatkan pada posisi Ketua DPC.

Kutai Barat juga melakukan perubahan. Frederick Edwin, bupati terpilih yang diusung PDIP, resmi memimpin DPC di wilayah tersebut. Kutai Timur menempatkan Faizal Rachman sebagai ketua, sementara Paser mempercayakan posisi tersebut kepada Hamransyah. Di Mahulu, Agustinus Tului memimpin struktur DPC. DPC Berau dipimpin Rudi P. Mangunsong, sedangkan DPC Bontang dipimpin Joni Alla Padang. Dari seluruh kabupaten/kota, Penajam Paser Utara menjadi satu-satunya daerah yang tidak mengalami perubahan ketua, dengan Hartono Basuki tetap memimpin.

Dominasi Kader Muda dan Target Politik 2029

Ananda Emira Moeis menyampaikan bahwa formasi baru ini memfokuskan partai pada regenerasi yang lebih masif. Menurutnya, kader muda mampu bekerja lebih fleksibel dan terjun lebih cepat di tengah dinamika masyarakat. Ia menegaskan bahwa PDIP membutuhkan energi baru untuk menembus segmen pemilih milenial dan gen Z.

PDIP Kaltim menargetkan pencapaian elektoral yang lebih besar pada Pemilu 2029. Struktur baru tersebut menjadi dasar penguatan organisasi dari tingkat provinsi hingga PAC. Ananda meminta DPC bergerak efektif menangani isu daerah dan memperkuat koordinasi antarwilayah. Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar PDIP Kaltim mengembangkan politik hijau atau berwawasan lingkungan dalam setiap program.

Rendi Solihin Menguat di Kukar

Di Kukar, penetapan Rendi sebagai ketua mencerminkan konsolidasi internal yang sudah berlangsung sejak akhir masa jabatan Edi di DPC. Rendi memiliki rekam jejak panjang di dunia politik. Ia memulai kiprah politiknya melalui Partai Golkar dan memenangkan Pileg 2019 di dapil Samboja, Muara Jawa, dan Anggana dengan suara tertinggi. Pada Pilkada 2020, Rendi pindah ke PDIP dan memenangkan kontestasi bersama Edi Damansyah.

DPP menilai Rendi memiliki kapasitas untuk menarik dukungan masyarakat Kukar yang memiliki jumlah pemilih besar. Kinerja Rendi di pemerintahan dan partai menjadi pertimbangan penting dalam penetapan tersebut. Dengan masa kepemimpinan baru ini, PDIP berharap DPC Kukar dapat memperkuat jaringan hingga ke kecamatan dan desa.

Di sisi lain, Edi Damansyah membawa pengalaman sebagai kepala daerah ke tingkat DPD. Penugasannya mempertegas komitmen PDIP menjaga kesinambungan struktur tanpa mengabaikan kebutuhan regenerasi. Edi berperan membantu DPD memetakan strategi dan memastikan jalur komunikasi antara provinsi dan kabupaten berjalan lancar.

Konsolidasi Menyongsong Agenda Politik Lima Tahun ke Depan

Konferda dan Konfercab PDIP Kaltim 2025 menandai fase konsolidasi jangka panjang. DPP menargetkan penyelarasan kerja politik dari DPD, DPC, hingga PAC. Pengurus baru diharapkan langsung bergerak menjalankan program, memetakan isu publik, dan memperkuat basis massa.

Dengan komposisi baru yang menggabungkan figur senior dan generasi muda, PDIP Kaltim berupaya menyiapkan organisasi yang lebih siap menghadapi dinamika politik menuju 2029.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *