Scroll untuk baca artikel
POLITIK TERKINI

Inovasi Wisata Samboja Barat Berhasil Mengantar Burhanuddin Menjadi Camat Terbaik Kedua se-Kaltim

665
×

Inovasi Wisata Samboja Barat Berhasil Mengantar Burhanuddin Menjadi Camat Terbaik Kedua se-Kaltim

Sebarkan artikel ini
Camat Samboja Barat, Burhanuddin/IST

LOCERITA CO – Inovasi Wisata Samboja Barat membawa perubahan besar bagi wajah ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Kutai Kartanegara. Camat Samboja Barat, Burhanuddin, sukses mengamankan peringkat kedua sebagai Camat Terbaik se-Kalimantan Timur melalui penilaian kinerja kecamatan tingkat provinsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengumumkan prestasi membanggakan tersebut pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kaltim.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyerahkan langsung penghargaan tersebut di tengah upacara resmi yang berlangsung di Stadion Kadrie Oening, Samarinda. Burhanuddin menerima apresiasi ini sebagai bentuk pengakuan atas kerja kerasnya membangun sistem pemerintahan di wilayah pemekaran. Meskipun Samboja Barat merupakan kecamatan baru, kepemimpinan Burhanuddin mampu melampaui kinerja banyak kecamatan lain yang jauh lebih senior.

Burhanuddin menjelaskan bahwa Samboja Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai Kartanegara yang belum genap berusia tiga tahun. Sejak ia menjabat pada Februari 2023, seluruh staf kecamatan harus membangun pelayanan publik dari nol. Namun, keterbatasan fasilitas awal tersebut tidak menghalangi niat tim kecamatan untuk menciptakan terobosan yang berdampak langsung bagi warga lokal.

Implementasi Inovasi Wisata Samboja Barat Melalui Patin Wisambar

Keberhasilan ini berpangkal pada strategi Burhanuddin yang mengedepankan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi lokal. Ia menciptakan Inovasi Wisata Samboja Barat yang bernama Patin Wisambar. Program ini berfungsi sebagai pusat informasi pariwisata yang memudahkan pelancong menemukan destinasi tersembunyi di wilayah mereka. Burhanuddin percaya bahwa kehadiran wisatawan yang konsisten akan memicu pertumbuhan unit usaha mikro di sekitarnya.

“Kami melihat potensi besar pada pariwisata daerah ini,” ujar Burhanuddin saat memberikan keterangan mengenai konsep Patin Wisambar. Ia menegaskan bahwa timnya secara sadar mengintegrasikan promosi wisata dengan program pemberdayaan UMKM. Oleh karena itu, setiap titik destinasi wisata kini memiliki klaster pedagang lokal yang menjajakan produk unggulan khas Samboja Barat.

Selain memudahkan wisatawan, Inovasi Wisata Samboja Barat juga telah memenangkan berbagai kompetisi di tingkat kabupaten. Pencapaian ini membuktikan bahwa sistem Patin Wisambar memiliki fondasi yang kuat secara manajerial maupun dampak sosial. Selanjutnya, pihak kecamatan terus menyempurnakan fitur-fitur informasi dalam layanan tersebut agar lebih ramah bagi pengguna ponsel pintar dan generasi muda.

Sinergi Inovasi Wisata Samboja Barat dengan Peluang Ibu Kota Nusantara

Lokasi Samboja Barat yang menempel langsung dengan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan keuntungan geografis yang luar biasa. Burhanuddin memandang IKN sebagai peluang emas untuk memperluas jangkauan pasar bagi warganya. Ia memprediksi bahwa ribuan pegawai dan pengunjung IKN akan mencari destinasi rekreasi terdekat pada akhir pekan.

Melalui Inovasi Wisata Samboja Barat, pihak kecamatan menyiapkan infrastruktur pendukung agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung. Burhanuddin ingin para tamu tidak hanya datang untuk urusan pekerjaan, tetapi juga menghabiskan waktu luang mereka di objek wisata lokal. Jika kunjungan wisatawan meningkat, pendapatan para pelaku UMKM secara otomatis akan melonjak drastis.

Selain itu, pihak kecamatan secara aktif membina para pelaku UMKM agar memiliki daya saing yang setara dengan produk nasional. Burhanuddin memastikan sebagian besar pelaku usaha di wilayahnya telah mengantongi sertifikasi halal untuk menjamin kualitas produk. Selain itu, tim pendamping dari kecamatan juga melatih warga untuk menguasai pemasaran digital melalui berbagai platform e-commerce terkemuka.

Mengembangkan Potensi Alam Melalui Inovasi Wisata Samboja Barat

Burhanuddin membagi wilayah Samboja Barat ke dalam tiga karakter geografis utama yang unik. Karakter pertama mencakup kawasan pantai yang indah, seperti Pantai Ambalat yang selalu ramai oleh pengunjung lokal. Karakter kedua meliputi wisata edukasi berskala internasional seperti BOS Foundation yang berfokus pada konservasi orangutan serta objek wisata Lamin Etam Ambors.

Karakter ketiga menyajikan wisata alam pegunungan yang ekstrem melalui destinasi Batu Dinding. Objek wisata ini sangat populer bagi para pendaki dan pecinta alam yang mencari tantangan fisik di ketinggian. Seluruh potensi alam ini masuk ke dalam payung besar Inovasi Wisata Samboja Barat untuk memastikan setiap destinasi memberikan kontribusi bagi kas daerah maupun kesejahteraan warga sekitar.

Di samping sektor pariwisata, Burhanuddin tetap memprioritaskan pengembangan sektor pertanian dan perikanan. Wilayah Bukit Suharto di Samboja Barat terkenal sebagai sentra penghasil buah naga dan nanas yang sangat produktif. Saat ini, warga telah mampu mengolah hasil kebun tersebut menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar.

Burhanuddin mendorong warga untuk memproduksi sirup, minuman segar, hingga aneka kue dari bahan dasar nanas dan buah naga. Produk-produk olahan ini sekarang menghiasi rak-rak toko oleh-oleh di sepanjang jalur penghubung Samarinda-Balikpapan. Prestasi sebagai Camat Terbaik Kedua se-Kaltim ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi yang tepat mampu mengubah tantangan wilayah pemekaran menjadi sebuah keunggulan kompetitif yang diakui secara luas.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *