Scroll untuk baca artikel
DAERAHSOSIAL BUDAYA

Menjadi Pusat Oleh-oleh Khas Kalimantan, Ternyata Beberapa Produk Citra Niaga diproduksi di Pulau Jawa.

232
×

Menjadi Pusat Oleh-oleh Khas Kalimantan, Ternyata Beberapa Produk Citra Niaga diproduksi di Pulau Jawa.

Sebarkan artikel ini
Potret Jajaran Toko Souvenir di Kawasan Citra Niaga Samarinda (Foto/Locerita.co)

LOCERITA.CO – Citra Niaga merupakan pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Kalimantan yang berlokasi di Kelurahan Pelabuhan, Kota Samarinda.

Nuansa tradisional khas Kalimantan banyak memenuhi isi toko yang menawarkan berbagai macam produk, mulai dari Tas Anjat, sarung Tenun Dayak, dan Aneka kerajinan tangan lainnya ramai memenuhi tepian kota Samarinda tersebut.

Namun dibalik keindahan futuristik dengan nuansa khas tradisional Kalimantan tersebut, terdapat keresahan beberapa pemilik toko terkait pembangunan dan ketersediaan produk jualan mereka.

Diketahui Pemerintah Kota Samarinda menggelontorkan dana sebesar Rp 39,7 miliar untuk merevitalisasi kawasan Citra Niaga. Tiga proyek utama yang digarap saat ini adalah Peningkatan Prasarana Tahap II senilai Rp 15 miliar, Rehabilitasi Infrastruktur Kawasan Citra Niaga senilai Rp 17,7 miliar, dan Revitalisasi Ruko Citra Niaga Tahap II senilai Rp 7 miliar.

“Sebenarnya bagus pembagunan begini, lokasi toko jadi tertata rapih dan kelihatan bersih. Hanya saja mas, lebih baik anggarannya sebagian dialokasikan ke pembangunan pabrik produk kami” ujar agus salah satu penjual souvenir di Citra Niaga (13/09/2024).

Lebih lanjut agus menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar dapat menyediakan rumah produksi atau pabrik pembuatan produk tenunan batik dayak.

“Saat ini kita pesannya lewat pulau jawa mas, di kota Bandung dan Jepara untuk produk kain tenunan. Kalau misalnya ada pabrik di sini, bisa mengurangi ongkos transportasi dan tentunya harganya lebih murah, dan yang terpenting dengan adanya pabrik bisa menambah lapangan pekerjaan baru pastinya” tutup Agus.

Tak cukup sampai disitu, Khadija selaku pemilik toko souvenir turut memberikan tanggapan atas keresahannya terhadap produk yang dijualnya tersebut.

“Untuk produk disini seperti Kain Tenunan dan Baju Batik Motif Dayak kita pesannya masih di Pulau Jawa,” singkat Khadija.

Berbeda dengan yang disampaikan dua pemilik toko sebelumnya, Fadhila menyampaikan kekhawatirannya terkait biaya tarif parkir kendaraan motor dan mobil. Ia menilai bahwa kesepian pelanggang disebabkan oleh mahalnya tarif parkir kendaraan motor dan mobil.

“Terkait pembeli disini agak sepi, tidak seperti sebelumnya. Soalnya harga parkir disini lumayan mahal, mungkin itu salah satu yang buat pembeli jarang kesini, untuk biaya parkir motor Rp. 5.000 sementara mobil Rp. 7.000,” jelas Fadhila. (ucp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *