Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Bupati Aulia Rahman Basri Nahkodai Kahmi Kukar, Ahmad Yani Dewan Pakar Kahmi Kukar

53
×

Bupati Aulia Rahman Basri Nahkodai Kahmi Kukar, Ahmad Yani Dewan Pakar Kahmi Kukar

Sebarkan artikel ini
Bupati Aulia Rahman Basri Nahkodai Kahmi Kukar, Forum ini juga menetapkan Ahmad Yani sebagai Dewan Pakar KAHMI Kukar untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah./ist

Bupati Aulia Rahman Basri Nahkodai KAHMI Kukar setelah melalui mekanisme pemilihan dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI. Forum alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, pada Senin (16/2/2026) malam. Pertemuan ini menghasilkan keputusan mengenai struktur kepemimpinan baru yang akan menjalankan roda organisasi untuk masa bakti mendatang.

Selain menetapkan ketua koordinasi yang baru, peserta Musda juga menyepakati sejumlah nama untuk mengisi posisi presidium. Figur-figur tersebut antara lain Lukman, Marwan, Dedy Sudarya, dan Abdul Rasid yang akan bekerja secara kolektif kolegial. Pada saat yang sama, forum tersebut menunjuk Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, untuk mengemban tanggung jawab sebagai Dewan Pakar KAHMI Kukar.

Struktur Kepemimpinan Saat Bupati Aulia Rahman Basri Nahkodai KAHMI Kukar

Keputusan forum yang menetapkan Bupati Aulia Rahman Basri Nahkodai KAHMI Kukar bertujuan untuk memperkuat posisi organisasi di tingkat daerah. Aulia menjelaskan bahwa KAHMI merupakan wadah yang menghimpun sumber daya manusia dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian. Ia berharap keberagaman profesi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi proses pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara melalui pemikiran-pemikiran yang konstruktif.

Aulia memandang HMI dan KAHMI sebagai institusi pendidikan karakter yang membentuk integritas serta kemampuan kepemimpinan para anggotanya. Menurutnya, proses pengkaderan dalam organisasi ini telah menghasilkan banyak individu yang kini menduduki posisi strategis di berbagai sektor. Ia berkomitmen untuk memaksimalkan potensi jaringan alumni tersebut agar selaras dengan agenda pembangunan daerah yang sedang berjalan.

Fokus Sinergi Daerah dan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan Musda VI ini mengangkat tema mengenai penguatan sinergitas daerah dan penegasan kembali nilai pengabdian bagi umat dan bangsa. Aulia Rahman Basri menginstruksikan agar seluruh jajaran pengurus segera menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Ia menekankan bahwa KAHMI harus menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Selanjutnya, ia mengajak seluruh alumni untuk berperan aktif dalam mendukung visi pembangunan pemerintah daerah. Aulia menyadari bahwa birokrasi membutuhkan masukan dari para akademisi, praktisi, dan profesional yang tergabung dalam KAHMI. Ia percaya bahwa komunikasi yang baik antara organisasi intelektual dan pemerintah akan menciptakan kebijakan publik yang lebih efektif dan efisien bagi warga Kukar.

Refleksi Pengalaman Organisasi dalam Karier Publik

Aulia juga membagikan catatan mengenai perjalanan karier profesionalnya yang bermula dari aktivitas organisasi di HMI. Ia menyebutkan bahwa kemampuan analisis sosial dan kepemimpinan yang ia miliki saat ini berakar dari pengalaman masa mudanya sebagai kader.

Ia menegaskan bahwa setiap individu yang pernah berproses di HMI memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Aulia merasa bahwa peran organisasi sangat besar dalam membentuk pola pikir yang mandiri dan solutif. Oleh karena itu, ia ingin memastikan KAHMI tetap menjadi tempat bagi para alumni untuk bertukar pikiran dan menyatukan langkah demi kemajuan daerah kelahiran mereka.

Evaluasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Dalam pidatonya, Aulia memberikan catatan evaluasi terhadap efektivitas beberapa program bantuan ekonomi pemerintah dalam lima tahun terakhir. Ia menemukan fakta bahwa sejumlah program belum mencapai sasaran maksimal karena kurangnya tahap pembekalan bagi penerima manfaat. Menurutnya, penyaluran bantuan fisik atau finansial tanpa persiapan mentalitas yang matang cenderung menghasilkan dampak yang bersifat sementara.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan penerapan pola pembinaan yang sistematis dalam setiap kebijakan publik, serupa dengan metode kaderisasi di organisasi. Aulia berpendapat bahwa setiap bantuan pemerintah harus melalui proses persiapan dan pendampingan yang berkelanjutan agar masyarakat benar-benar siap mengelola bantuan tersebut secara produktif. Hal ini menjadi salah satu gagasan yang ingin ia dorong melalui koordinasi dengan para pakar di KAHMI.

Menjaga Solidaritas di Tengah Perbedaan Latar Belakang

Meskipun anggota KAHMI kini memiliki afiliasi politik dan jalur profesi yang berbeda-beda, Aulia meminta agar persatuan tetap menjadi prioritas. Ia menghormati perbedaan pandangan sebagai bagian dari dinamika kedewasaan berorganisasi di kalangan alumni. Namun, ia mengingatkan bahwa kepentingan pengabdian kepada daerah harus berada di atas kepentingan kelompok atau individu tertentu.

Aulia menutup agenda Musda dengan harapan agar kepengurusan baru ini dapat bekerja secara transparan dan akuntabel. Ia berencana merangkul seluruh elemen alumni agar berkontribusi dalam perumusan kebijakan strategis bagi Kutai Kartanegara. Dengan dukungan Dewan Pakar dan jajaran presidium yang solid, ia yakin KAHMI dapat menjalankan fungsinya sebagai organisasi yang memberikan sumbangsih pemikiran objektif bagi kemajuan daerah di masa depan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *