Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDAERAHSUDUT PARLEMEN

DPRD Dukung Revitalisasi Pasar Segiri: Bukan Sekadar Proyek Fisik, Tapi Perubahan Kultur Niaga

242
×

DPRD Dukung Revitalisasi Pasar Segiri: Bukan Sekadar Proyek Fisik, Tapi Perubahan Kultur Niaga

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah

Samarinda, Locerita.co – Transformasi wajah Pasar Segiri menjadi pasar modern tak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur semata, tetapi juga langkah strategis untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih tertib, higienis, dan berdaya saing.

Rencana Pemerintah Kota Samarinda ini mendapat sambutan positif dari DPRD, khususnya Komisi III yang menilai pembaruan pasar harus menyentuh aspek kenyamanan dan fungsionalitas secara menyeluruh.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah, menyatakan dukungannya atas rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, pasar tradisional selama ini identik dengan kesan kumuh dan semrawut, sehingga perubahan ini sangat diperlukan untuk mendongkrak citra dan fungsi pasar sebagai ruang publik yang layak.

“Saya mendukung penuh, karena ini bagian dari usaha pemerintah menjadikan Samarinda lebih tertata dan nyaman,” ujar Andriansyah beberapa waktu yang lalu.

Revitalisasi Pasar Segiri akan mengedepankan penataan ulang kios secara proporsional, dengan pemisahan tegas antara area basah dan kering. Langkah ini, kata Andriansyah, harus dipastikan tidak hanya indah di atas kertas, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.

“Jangan sampai setelah dibangun bagus, kembali ke pola lama karena pengawasan lemah,” tegasnya.

Ia menambahkan, kenyamanan pedagang dan pengunjung harus menjadi prioritas utama.

“Fasilitas yang bersih dan rapi akan menciptakan suasana jual beli yang lebih menyenangkan. Pedagang pun pasti lebih semangat kalau lingkungannya tertib,” ucapnya.

Andriansyah mencontohkan Pasar Merdeka sebagai model pasar tradisional yang bersih dan tertata di Samarinda. Ia berharap Pasar Segiri bisa meniru standar tersebut, bahkan melampauinya.

“Kalau bisa, semua pasar di Samarinda fasilitas dan kebersihannya seperti Pasar Merdeka,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya terletak pada infrastruktur, tetapi juga kesadaran kolektif para pedagang dan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keteraturan.

“Perubahan mentalitas sama pentingnya dengan perubahan fisik. Edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan,” ujarnya.

Andriansyah juga mendorong pemerintah kota untuk melibatkan pedagang dalam proses perencanaan dan pelaksanaan revitalisasi.

“Libatkan mereka sejak awal, jangan sampai ada yang merasa terpinggirkan. Ini soal mata pencaharian banyak orang,” katanya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan pelaku pasar, ia berharap Pasar Segiri bisa menjadi ikon baru perdagangan yang modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai lokal.

“Pasar bukan sekadar tempat jual beli, tapi juga ruang interaksi sosial. Sudah saatnya kita tata ulang menjadi lebih manusiawi,” pungkasnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *