Scroll untuk baca artikel
BERITA VIRALDAERAHSUDUT PARLEMEN

EBIFF 2025 Siap Guncang Dunia, Kaltim Mantapkan Diri sebagai Pusat Diplomasi Budaya

257
×

EBIFF 2025 Siap Guncang Dunia, Kaltim Mantapkan Diri sebagai Pusat Diplomasi Budaya

Sebarkan artikel ini
Konfrensi Pers Pelaksanaan Event EBIFF di Kalimantan Timur

Samarinda, Locerita.co – Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan budaya sebagai instrumen diplomasi dan pariwisata global. Melalui perhelatan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 yang akan digelar pada 24–29 Juli mendatang di Samarinda, Kaltim siap menjadi panggung internasional bagi pertukaran budaya lintas negara.

Festival yang memasuki tahun kedua ini tak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, tetapi juga dirancang sebagai jembatan penguatan ekonomi kreatif dan promosi pariwisata. Pemerintah Provinsi Kaltim, melalui sinergi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Pariwisata (Dispar), mendorong agar EBIFF menjadi ikon budaya yang konsisten hadir setiap tahun.

“Kami ingin EBIFF ini menjadi agenda internasional tetap, bukan hanya festival budaya, tapi wajah Kaltim di mata dunia. Inilah cara kita menunjukkan kekayaan lokal ke panggung global,” ujar Awang Khalik, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, saat konferensi pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Rabu (11/6/2025).

Menurut Awang, tahun ini EBIFF akan diikuti oleh lebih banyak negara dengan konsep yang lebih megah dari penyelenggaraan sebelumnya.

“Tahun lalu sukses besar. Tahun ini kami ingin lebih berwarna, lebih inklusif, dan pastinya lebih semarak,” katanya.

Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik, dan Kehumasan Diskominfo Kaltim, Irene Yuriantini, menyampaikan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menyukseskan event berskala global seperti ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan Dispar kepada kami. Ini bukan hanya soal fasilitasi teknis, tapi juga komitmen bersama dalam membangun narasi positif tentang Kaltim,” tegas Irene.

Ia juga menekankan bahwa EBIFF bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi komunikasi pemerintah dalam menyampaikan pesan budaya yang inklusif dan progresif.

“Ini tentang identitas dan kebanggaan daerah yang dikemas dalam format diplomasi budaya,” lanjut Irene.

EBIFF 2025 dijadwalkan menampilkan pertunjukan kesenian dari berbagai negara, serta kolaborasi lintas budaya yang mengangkat nilai toleransi dan keberagaman. Ajang ini juga menjadi peluang emas bagi pelaku seni lokal untuk menjalin jejaring internasional dan mempromosikan karya-karya mereka.

“Kami ingin seniman dan pelaku ekonomi kreatif lokal terlibat aktif, karena festival ini bukan hanya panggung luar negeri, tapi juga milik masyarakat Kaltim,” pungkas Awang Khalik.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *