Tenggarong, Locerita.co — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bergerak cepat menyukseskan program nasional pembentukan Koperasi Merah Putih. Seluruh desa dan kelurahan di Kukar ditargetkan sudah memiliki koperasi sebelum akhir Mei 2025 sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
“Kami sudah mempersiapkan semuanya. Mulai dari musyawarah khusus tingkat desa dan kelurahan, hingga penerbitan akta notaris koperasi. Ini kami kawal agar target 100 persen bisa tercapai sebelum tanggal 28 Mei,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar,” Arianto, saat ditemui usai pelantikan kepala desa dan BPD PAW di Pendopo Odah Etam, Senin (26/5/2025).
Langkah percepatan ini, menurut Arianto, tak lepas dari arahan Sekretaris Daerah Kukar yang memimpin langsung rapat koordinasi virtual dengan seluruh kepala desa dan lurah. Arianto menyebut sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program strategis ini.
“Setelah pembentukan, kami akan lanjutkan dengan pendampingan proses legalitas di bulan Juni, lalu masuk ke tahap peluncuran nasional oleh Presiden pada Juli, dan mulai operasional koperasi dari Agustus hingga Oktober,” paparnya.
Dana modal awal sebesar Rp3 miliar untuk masing-masing koperasi, yang disiapkan pemerintah pusat, disebut Arianto sebagai stimulan besar untuk memperkuat struktur ekonomi desa. “Dana itu akan dikucurkan dengan tenor enam tahun dan bunga rendah. Ini peluang besar, jangan sampai disia-siakan,” tegasnya.
Arianto juga menyampaikan bahwa pelaksanaan koperasi tidak berjalan sendiri, melainkan dibina langsung oleh Bupati Kukar. Sementara Sekda dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM akan menjadi pengarah. DPMD bersama OPD teknis lainnya seperti Bappeda, BPKAD, Inspektorat, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan ikut tergabung dalam Tim Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih.
“Jenis usaha koperasi nanti akan disesuaikan dengan potensi lokal. Kalau desa tersebut dominan perikanan, maka koperasi akan diarahkan ke usaha pengolahan hasil perikanan. Begitu juga dengan pertanian, perkebunan, dan sektor lainnya,” jelas Arianto.
Dengan keterlibatan lintas sektor dan komitmen kuat di tingkat daerah, Arianto optimistis Kukar bisa menjadi role model pelaksanaan Koperasi Merah Putih secara nasional.
“Kami ingin Kukar tidak hanya sukses memenuhi target, tapi juga sukses secara implementasi. Ini bukan sekadar program, ini pondasi kemandirian ekonomi desa,” pungkasnya.
(Redaksi)













