Loceria.co – Rencana Pemkot Samarinda untuk membangun insinerator di sepuluh kecamatan dengan anggaran Rp10 miliar mendapat sorotan dari Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar . Ia menekankan pentingnya pemilihan lokasi yang tepat agar proyek ini tidak menimbulkan keluhan masyarakat, seperti yang terjadi di Kota Bekasi, yang menghadapi masalah bising dari mesin insinerator.
Deni menyarankan agar Pemkot Samarinda melibatkan semua pihak, baik DPRD maupun masyarakat, dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal yang sangat penting agar tidak ada polemik atau kecemasan di kemudian hari.
“Pemkot harus memastikan bahwa masyarakat mendapat informasi yang jelas dan akurat tentang proyek ini. Misalnya, meskipun insinerator yang direncanakan menggunakan teknologi beremisi karbon rendah, penjelasan rinci tetap diperlukan agar masyarakat merasa lebih tenang dan percaya,” ujar Deni.
Lebih lanjut, Deni juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam menjelaskan segala aspek yang terkait dengan pembangunan insinerator, mulai dari dampaknya terhadap lingkungan hingga teknologi yang digunakan. Tanpa keterbukaan ini, kata Deni, masyarakat bisa saja merasa khawatir dan menolak proyek tersebut, meski pada kenyataannya proyek ini bertujuan untuk mengatasi masalah sampah di kota.
Dengan langkah-langkah yang lebih terbuka dan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, Deni berharap pembangunan insinerator di Samarinda dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kebersihan dan lingkungan kota, tanpa menimbulkan masalah sosial di kemudian hari.
(Redaksi)













