Locerita.co – Warga Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, mengeluhkan kondisi minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang terjadi di berbagai titik kawasan tersebut, yang dinilai semakin meningkatkan potensi risiko kecelakaan lalu lintas serta tindak kriminalitas. Keluhan tersebut telah menjadi sorotan utama, terutama karena penerangan jalan dianggap sebagai kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah untuk menjamin keselamatan masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, merespons keluhan warga dengan mendesak Pemkot Samarinda untuk segera mengambil tindakan nyata terhadap masalah ini.
Menurut Samri, minimnya penerangan jalan bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi sudah menyentuh aspek yang lebih krusial, yakni rasa aman warga.
“Saya sering mendapatkan laporan langsung dari masyarakat yang merasa resah dengan kondisi jalan yang minim penerangan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi langsung berkaitan dengan keselamatan dan keamanan. Pemerintah harus segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini,” ujar Samri dalam keterangannya, Minggu (2/3/2025).
Samri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti penerangan jalan seharusnya menjadi prioritas, terutama di daerah pinggiran seperti Palaran.
“Kebutuhan penerangan jalan merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah, apalagi di kawasan yang masih berkembang seperti Palaran. Ini bukan permintaan, melainkan hak warga untuk merasa aman dan nyaman di lingkungan mereka,” ungkapnya.
Anggota DPRD Kota Samarinda ini juga menyoroti lambannya respons dari pemerintah meski masyarakat sudah beberapa kali mengusulkan permasalahan ini.
“Sudah banyak keluhan yang disampaikan, tetapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang konkret dari Pemkot. Masyarakat berhak untuk merasa aman di rumah mereka dan kami berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti keluhan ini,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Samri mendesak agar Pemkot Samarinda segera mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pemasangan LPJU di seluruh kawasan Palaran. Hal ini, menurutnya, akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, terutama bagi pengendara dan pejalan kaki yang melintas pada malam hari.
“Saya yakin jika pemerintah kota bijak dalam mengelola anggaran, masalah penerangan jalan bisa segera diselesaikan. Ini adalah masalah yang mendesak dan perlu segera ditangani,” tutup Samri.
Dengan adanya perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan dasar ini, diharapkan kawasan Palaran dapat segera menikmati jalan yang lebih terang dan aman. Sehingga, warga dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir, serta mengurangi potensi kejahatan dan kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat minimnya penerangan.
(Redaksi)













