Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDAERAHSUDUT PARLEMEN

Revitalisasi Pasar Segiri Disorot DPRD, Perencanaan dan Dampak Sosial Jadi Perhatian Utama

204
×

Revitalisasi Pasar Segiri Disorot DPRD, Perencanaan dan Dampak Sosial Jadi Perhatian Utama

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan,

Samarinda, locerita.co — Rencana Pemerintah Kota Samarinda untuk merevitalisasi Pasar Segiri pada tahun 2025 mendapat dukungan dari legislatif. Namun, dukungan itu dibarengi dengan sejumlah catatan penting, khususnya terkait perencanaan teknis serta dampak sosial terhadap para pedagang.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, mengatakan bahwa DPRD pada prinsipnya akan selalu mendukung langkah pembangunan yang berpihak pada kemajuan kota. Meski begitu, ia menekankan pentingnya eksekusi program yang matang agar revitalisasi tidak menemui hambatan di tengah jalan.

“Intinya kalau untuk pembangunan Kota Samarinda, DPRD akan terus mendukung rencana pemerintah,” kata Arif.

Menurutnya, pelaksanaan revitalisasi pasar tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan mendetail.

“Kami hanya mengingatkan kalau perencanaannya harus detail, jangan sampai ada adendum. Desainnya jelas dan perencanaan yang tepat,” ujarnya.

Arif juga menyoroti aspek sosial dari program ini. Ia menyatakan bahwa pembenahan Pasar Segiri akan memerlukan proses relokasi pedagang, yang tentu saja berpotensi menimbulkan keresahan bila tidak dikomunikasikan dengan baik.

“Sosialisasi ke pedagang itu penting agar tidak terjadi miskomunikasi atau kegaduhan di lapangan,” tegasnya.

DPRD juga meminta agar pemerintah melakukan pendekatan persuasif kepada para pedagang yang terdampak, termasuk menjelaskan tahapan revitalisasi secara transparan.

“Jangan sampai pedagang merasa ditinggalkan. Mereka harus dilibatkan sejak awal agar prosesnya berjalan lancar,” jelas Arif.

Ia menambahkan, revitalisasi pasar juga harus dilihat dalam konteks penataan kawasan perkotaan secara lebih luas, apalagi mengingat posisi strategis Samarinda sebagai ibu kota provinsi.

“Samarinda adalah wajah Kalimantan Timur, tentu kalau itu untuk perbaikan wilayah kumuh kami mendukung,” ucapnya.

DPRD berharap, proyek ini tidak hanya berakhir dengan bangunan baru, tapi benar-benar memberi dampak positif terhadap ekonomi lokal.

“Revitalisasi bukan soal fisik saja, tapi juga soal bagaimana meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pedagang,” tutup Arif.

Dengan dukungan penuh dari DPRD dan catatan kritis yang diajukan, diharapkan revitalisasi Pasar Segiri bisa menjadi model penataan pasar rakyat yang berpihak pada masyarakat dan berorientasi pada masa depan kota.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *