LOCERITA.CO- Sebuah kasus unik terjadi di Samarinda ketika seorang pria bernama Ahmad Ilyas (35) ditangkap karena memalak sopir truk dengan dalih sebagai “Ketua Jalanan”.
Meski aksinya sempat meresahkan, penyelidikan mengungkap bahwa Ilyas memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Hal ini menjadi perhatian karena tindakan tersebut bukanlah semata-mata tindakan kriminal biasa, melainkan mungkin dipengaruhi oleh kondisi kesehatan mental yang tidak stabil.
Ahmad Ilyas mulai dikenal publik setelah aksinya menghentikan sopir truk dan meminta uang keamanan terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial pada awal Oktober 2024.
Dalam video tersebut, Ilyas tampak tenang dan percaya diri saat melakukan pemalakan. Berdasarkan pemeriksaan, ia mengaku telah memalak lima sopir truk dan berhasil mengumpulkan uang ratusan ribu rupiah.
Dari hasil penyelidikan, tidak ditemukan indikasi penggunaan kekerasan atau senjata. Ilyas hanya meminta uang dengan mengaku sebagai ‘Ketua Jalanan’ yang menawarkan jaminan keamanan,” ujar Kapolsek Palaran, Kompol Zarma Putra, saat memberikan keterangan resmi.
Kasus ini menjadi lebih kompleks ketika hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa Ahmad Ilyas memiliki riwayat gangguan mental. Setelah dilakukan observasi dan pemanggilan keluarga, diketahui bahwa Ilyas pernah menjalani perawatan di RS Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam pada Agustus 2024 dan baru keluar pada akhir September 2024.
“Dari keterangan keluarga, Ilyas sering berbicara sendiri dan bertingkah laku di luar kebiasaan. Kondisi inilah yang memperkuat dugaan bahwa tindakannya dipengaruhi oleh kondisi mentalnya,” jelas Zarma.
Dengan riwayat kejiwaan yang di miliki Ahmad Ilyas telah diserahkan kembali ke RSJD Atma Husada untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
(Redaksi)













