Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan setelah pencapaian pada tahun 2024, yang melebihi target yang ditetapkan. Tahun lalu, Bapenda menargetkan PAD sebesar Rp732 miliar, namun realisasinya berhasil mencapai Rp887 miliar atau 121 persen dari target.
Kasubid Perencanaan Pendapatan Daerah, Fredy Wardana, menyampaikan bahwa sektor-sektor unggulan yang menjadi penyumbang utama PAD akan terus ditingkatkan pada 2025. “Kami menetapkan target PAD yang lebih tinggi untuk 2025, yaitu Rp953 miliar. Target ini berasal dari berbagai sektor yang kami fokuskan untuk terus berkembang,” ujar Fredy Selasa, 8/3/2025.
Empat sektor utama yang diprediksi akan memberikan kontribusi terbesar terhadap PAD 2025 antara lain adalah pajak daerah, retribusi daerah, pemanfaatan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan sektor lainnya. Pajak dan retribusi daerah, yang mengacu pada kontribusi masyarakat melalui kewajiban membayar pajak serta biaya layanan publik, tetap menjadi andalan. Namun, ada sektor lain yang juga akan diperkuat, seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang meliputi layanan kesehatan dari rumah sakit dan puskesmas.
Sektor BLUD diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan pada PAD, mengingat layanan kesehatan di Kukar semakin berkembang dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu peluang yang dioptimalkan adalah peningkatan kualitas layanan rumah sakit dan puskesmas yang dapat mengundang lebih banyak pasien, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Adanya potensi sektor BLUD dan pajak daerah ini akan sangat berpengaruh pada perekonomian daerah, serta diharapkan bisa kembali kepada masyarakat melalui pembangunan yang merata, terutama di desa-desa yang lebih membutuhkan,” tambah Fredy.
Selain sektor-sektor unggulan tersebut, Bapenda Kukar juga akan berusaha memaksimalkan pemanfaatan aset daerah. Pemanfaatan kekayaan daerah yang dipisahkan, seperti pengelolaan kekayaan milik daerah, dapat menjadi alternatif lain untuk mendongkrak PAD.
Pada tahun 2023, realisasi PAD Kukar tercatat sebesar Rp600 miliar, yang menunjukkan tren positif.
(Redaksi)













