Locerita.co – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengajukan usulan agar dua kawasan populer di kota ini, yakni Marimar dan Lampion Garden, ditata ulang menjadi ruang publik yang lebih bermanfaat dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Usulan ini disampaikan dengan alasan bahwa kedua lokasi tersebut memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif jika dikelola dengan konsep yang lebih tepat dan terbuka.
Menurut Anhar, konsep ruang publik yang terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kota yang lebih inklusif. Ia menilai bahwa model pengelolaan ruang publik yang diterapkan di Teras Mahakam bisa menjadi referensi yang baik untuk kedua kawasan tersebut. Dengan konsep yang ramah untuk segala usia dan kalangan, Teras Mahakam telah terbukti sukses menyediakan ruang rekreasi tanpa diskriminasi.
“Kawasan seperti Marimar dan Lampion Garden bisa disulap menjadi ruang publik yang lebih optimal jika dikelola dengan konsep yang mengutamakan aksesibilitas dan kenyamanan bagi semua warga. Teras Mahakam adalah contoh nyata bahwa ruang publik yang dirancang dengan konsep terbuka dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat. Ini bisa menjadi acuan yang sangat relevan untuk pengembangan kawasan lainnya,” ujar Anhar.
Lebih lanjut, Anhar mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan kawasan tersebut yang sebelumnya dilakukan oleh pihak ketiga. Menurutnya, pengelolaan oleh pihak ketiga terbukti tidak efektif dan malah menimbulkan berbagai masalah, seperti tunggakan kewajiban yang belum diselesaikan hingga saat ini. Ia menekankan bahwa penting bagi pemerintah kota untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem pengelolaan aset daerah agar lebih transparan dan bertanggung jawab.
“Pengelolaan oleh pihak ketiga memang banyak menimbulkan masalah. Mereka gagal memenuhi kewajiban dan justru mengakibatkan kerugian yang harus ditanggung oleh pemerintah kota. Harus ada perubahan besar dalam pengelolaan aset daerah, dengan pendekatan yang lebih transparan, akuntabel, dan tentunya menguntungkan masyarakat,” tegas Anhar.
Sebagai solusi, Anhar mengusulkan agar pengelolaan kawasan tersebut dikembalikan kepada pemerintah kota dengan pengawasan yang lebih ketat. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi penyalahgunaan aset yang justru merugikan masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung rencana pengembangan ruang publik yang dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.
Salah satu contoh yang dikemukakan Anhar adalah keberhasilan Teras Mahakam dalam menyediakan ruang publik yang tidak hanya terbuka untuk semua kalangan, tetapi juga terjangkau. Hanya ada biaya parkir yang wajar, sementara biaya tambahan hanya diterapkan untuk acara tertentu. Menurutnya, ini adalah model yang lebih inklusif dibandingkan dengan pengelolaan kawasan yang lebih bersifat komersial dan eksklusif.
“Ruang publik seperti Teras Mahakam adalah bukti bahwa konsep terbuka dengan biaya yang terjangkau dapat berhasil. Itu bukan hanya soal fasilitas yang disediakan, tetapi juga soal cara pemerintah mendekatkan ruang terbuka hijau kepada masyarakat. Teras Mahakam berhasil menghadirkan ruang yang tidak hanya nyaman, tetapi juga ramah bagi semua kalangan,” tambah Anhar.
Lebih jauh, Anhar memberikan apresiasi terhadap Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang telah berusaha untuk memperbanyak ruang publik di kota ini. Menurutnya, langkah tersebut sangat positif dan menunjukkan komitmen untuk membuat Samarinda menjadi kota yang lebih ramah dan nyaman bagi warganya. Anhar berharap inisiatif ini dapat terus dilanjutkan, dengan memperluas cakupan ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.
“Kami mendukung penuh upaya Wali Kota yang telah menciptakan ruang publik baru yang lebih modern dan nyaman. Kami berharap konsep seperti ini bisa diterapkan di lebih banyak tempat, sehingga lebih banyak warga Samarinda yang bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Anhar berharap Kota Samarinda dapat lebih memaksimalkan potensi kawasan publiknya, sehingga menjadi kota yang lebih inklusif, hijau, dan ramah bagi seluruh warganya.
(Redaksi)













