LOCERITA.CO – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur kini mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Mereka fokus meningkatkan daya saing sektor ekonomi kreatif (ekraf) melalui pendekatan pengembangan kota kreatif. Strategi ini menyasar penguatan potensi lokal yang tersedia di setiap kabupaten dan kota seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, memimpin langsung inisiatif besar ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran sentral dalam memajukan industri kreatif. Menurutnya, pemerintah kabupaten dan kota harus aktif menggali serta menetapkan subsektor unggulan yang menjadi ciri khas wilayah mereka masing-masing.
Strategi Dispar Kaltim Dorong Daya Saing Ekraf Melalui Identitas Lokal
Ririn Sari Dewi menjelaskan bahwa pendekatan kota kreatif merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan. Ia mendorong agar setiap pimpinan daerah segera mengidentifikasi potensi kreatif yang paling menonjol. Identitas yang kuat akan memudahkan daerah dalam mengembangkan jaringan pasar yang lebih luas.
Proses pengembangan ini mencakup berbagai tahapan penting, mulai dari penciptaan karya hingga tahap konservasi. Ririn menginginkan adanya integrasi yang apik antara produksi dan distribusi produk kreatif. Jika sebuah kota memiliki identitas yang jelas, seperti pusat kuliner atau kriya, maka intervensi program dari pemerintah pusat akan berjalan lebih efektif.
Selain itu, penetapan subsektor unggulan seperti fesyen atau aplikasi permainan akan memperkuat posisi tawar daerah. Langkah ini membantu para pelaku kreatif lokal untuk saling berkolaborasi dalam satu wadah yang terorganisir. Identitas kota yang kuat juga menjadi magnet bagi investor dan wisatawan untuk berkunjung ke Kalimantan Timur.
Penguatan Sumber Daya Manusia Menjadi Prioritas Utama
Upaya Dispar Kaltim dorong daya saing ekraf tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur kota. Ririn menekankan bahwa peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci keberhasilan jangka panjang. Oleh karena itu, Dispar Kaltim tengah menggencarkan berbagai program pelatihan teknis bagi para pelaku usaha kreatif.
Pemerintah juga menyediakan program sertifikasi kompetensi untuk memastikan standar kualitas produk lokal. Ririn ingin para pelaku ekraf di Kaltim memiliki kemampuan manajerial yang profesional. Mereka harus memahami dinamika pasar agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun pasar internasional yang kompetitif.
Pelaku ekraf yang memiliki sertifikasi resmi akan mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen. Hal ini juga mempermudah mereka dalam mengakses permodalan atau bantuan usaha dari lembaga keuangan. Penguatan SDM ini diharapkan mampu menciptakan produk-produk inovatif yang memiliki nilai jual tinggi dan unik.
Kolaborasi Penthelix dan Transformasi Digital Sektor Kreatif
Keberhasilan sektor ekonomi kreatif memerlukan dukungan dari banyak pihak. Ririn mengajak akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media untuk bersatu dalam model kolaborasi penthelix. Sinergi ini akan mempercepat pertumbuhan ekosistem kreatif yang sehat di Kalimantan Timur. Media massa berperan penting dalam mempromosikan karya lokal ke khalayak yang lebih luas.
Selain kolaborasi antar-lembaga, Dispar Kaltim juga menyoroti pentingnya transformasi digital. Ririn menjelaskan bahwa teknologi merupakan alat utama untuk memperluas jangkauan pasar. Penggunaan internet secara optimal memungkinkan produk lokal Samarinda atau Balikpapan menjangkau pembeli di luar negeri hanya melalui satu klik.
Langkah konkret ini mencakup modernisasi industri pengolahan, terutama pada subsektor makanan dan kuliner. Pemerintah terus berupaya mempercepat penyediaan akses jaringan internet hingga ke wilayah terpencil. Dengan akses internet yang stabil, pelaku ekraf di desa dapat menjual produk mereka melalui platform e-commerce dan ritel modern.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimis bahwa langkah-langkah ini akan mengubah wajah ekonomi daerah. Optimalisasi distribusi melalui pasar digital akan memangkas rantai pasok yang panjang. Pada akhirnya, strategi ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkokoh posisi Kalimantan Timur sebagai pusat ekonomi kreatif di Indonesia Timur.
(Redaksi)













