Samarinda, Locerita.co — Capaian pertumbuhan ekonomi Samarinda yang mencapai 8,64 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir disambut baik oleh banyak pihak. Namun, DPRD Kota Samarinda memberi catatan penting agar angka tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan di atas kertas.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi harus terukur melalui kesejahteraan warga, bukan semata grafik dan laporan angka. Arif mengingatkan bahwa data ekonomi tidak selalu sejalan dengan kondisi riil di masyarakat.
“Data itu penting, tapi jangan sampai kita hanya sibuk melihat grafik. Yang paling utama adalah, apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi bisa saja tinggi karena faktor-faktor tertentu, namun belum tentu semua warga merasakan dampaknya.
“Angka bisa naik karena proyek besar atau investasi, tapi warga di lapangan masih bergumul dengan harga sembako, biaya sekolah, dan layanan kesehatan,” kata Arif.
Menurutnya, DPRD sebagai wakil rakyat memiliki tanggung jawab menyuarakan realitas yang terjadi di masyarakat. Ia pun menekankan bahwa kritik yang dilayangkan kepada pemerintah bukanlah upaya menjatuhkan, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan.
“Kalau kami kasih masukan, itu langsung ke dewa-nya. Supaya pembangunan tidak asal jalan, tapi tepat sasaran,” ucapnya blak-blakan.
Arif juga menyoroti pentingnya membangun budaya politik yang terbuka terhadap kritik, terutama dari lembaga legislatif. Ia menilai, pemerintahan yang enggan mendengar masukan hanya akan kehilangan arah dalam pengambilan kebijakan.
“Jangan sampai kalau dikritik, dianggap tidak suka. Itu pola pikir lama. Sekarang semua harus terbuka terhadap masukan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa Kota Samarinda mengalami banyak kemajuan dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Namun, tantangan di sektor kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan masih perlu perhatian khusus.
“Kemajuan itu bagus, tapi jangan sampai membuat kita abai terhadap masalah yang lebih mendasar,” katanya.
Di periode kedua pemerintahan Wali Kota Andi Harun, Arif berharap komunikasi antara eksekutif dan legislatif tetap terjaga dengan baik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk dalam ruang-ruang diskusi yang sehat.
“Kritik itu bukan menjatuhkan, tapi menguatkan. Itu suara rakyat yang kami sampaikan langsung ke pucuk pimpinan daerah,” pungkasnya.
Dengan sikap kritis dan konstruktif dari DPRD, diharapkan pembangunan Samarinda dapat berjalan lebih inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya menjadi angka dalam laporan tahunan.
(Redaksi)













