Samarinda, Locerita.co — Keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Samarinda mulai disorot oleh legislatif menyusul meningkatnya keluhan warga terkait kondisi kebersihan dan pengelolaan sampah. DPRD Kota Samarinda, melalui Komisi III, berencana melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik TPS untuk mengevaluasi kelayakan fasilitas serta kinerja pengelolaannya.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menyatakan langkah ini diambil setelah pihaknya menerima laporan soal tumpukan sampah di TPS Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, yang kerap meluber hingga ke jalan.
“Kami ingin melihat langsung kondisi lapangan, karena masalah ini bukan hanya terjadi di satu lokasi,” ujar Maswedi, Selasa (27/5/2025).
Menurutnya, luapan sampah dan bau menyengat yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kenyamanan dan kesehatan warga sekitar. Ia menegaskan bahwa pengelolaan TPS yang buruk tidak boleh dibiarkan menjadi persoalan tahunan tanpa solusi konkret.
“Setiap TPS harus memenuhi standar minimum kelayakan, seperti keberadaan kontainer tertutup atau bak permanen. Kalau tidak, yang rugi adalah masyarakat,” tambahnya.
Maswedi juga menilai bahwa salah satu akar persoalan seringkali berasal dari kurangnya koordinasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pemerintah kelurahan setempat. Ia meminta kedua pihak aktif dalam mengevaluasi sistem pengangkutan dan kapasitas TPS yang ada.
“DLH jangan hanya fokus pada pengangkutan akhir. Sistem hulu seperti pengumpulan dan pengelolaan di TPS juga harus dibenahi. Begitu juga dengan kelurahan, jangan tutup mata,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan TPS yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan masalah lebih luas, termasuk pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit. Karena itu, DPRD akan mendorong langkah tindak lanjut berupa rekomendasi teknis hingga penguatan anggaran jika dibutuhkan.
“Langkah awal ini akan kami jadikan dasar menyusun solusi jangka pendek dan panjang. Jangan sampai TPS justru jadi sumber masalah baru,” tutupnya.
Dengan adanya inspeksi ini, DPRD Samarinda berharap dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
(Redaksi)













