Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALSUDUT PARLEMEN

Infrastruktur Jalan di Samarinda Butuh Perencanaan dan Pengawasan yang Lebih Baik

87
×

Infrastruktur Jalan di Samarinda Butuh Perencanaan dan Pengawasan yang Lebih Baik

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar (locerita.co)

Locerita.co – Proyek pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, di Kota Samarinda kembali menjadi sorotan setelah banyaknya proyek yang tidak bertahan lama dan cepat rusak. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menilai bahwa perencanaan dan pengawasan yang kurang matang menjadi penyebab utama kerusakan jalan yang baru dibangun. Dia mengungkapkan bahwa siklus perbaikan jalan yang terus-menerus justru membebani anggaran daerah.

“Jalan yang baru selesai dibangun malah cepat rusak. Ini tentunya mempengaruhi anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan lainnya. Perencanaan dan pengawasan yang lebih matang harus segera diterapkan agar masalah ini tidak terus berulang,” ujar Anhar.

Salah satu penyebab utama kerusakan jalan tersebut, menurut Anhar, adalah buruknya sistem drainase yang tidak memadai. Drainase yang tidak diperhitungkan dengan baik dalam perencanaan membuat jalan cepat terendam air, sehingga mempercepat kerusakan.

“Jika drainase tidak diperhatikan, air yang menggenang akan merusak permukaan jalan dalam waktu singkat,” katanya.

Selain itu, Anhar juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur. Banyak proyek yang dikerjakan tanpa memperhatikan kualitas dan standar teknis yang telah ditetapkan.

“Ini adalah masalah besar, karena kualitas jalan yang buruk tidak hanya membuang anggaran, tapi juga mengancam kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anhar juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap kontraktor perlu diperketat. Ia mencatat bahwa beberapa kontraktor tidak bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan yang mereka lakukan, dan sering kali proyek jalan yang mereka kerjakan tidak memenuhi spesifikasi yang sudah disepakati.

“Kontraktor yang tidak memenuhi standar seharusnya diberi sanksi tegas. Kita tidak bisa membiarkan proyek-proyek infrastruktur terabaikan begitu saja,” tegasnya.

Sebagai solusi, Anhar meminta Pemerintah Kota Samarinda untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur di kota ini. Ia juga mengusulkan agar dilakukan audit berkala terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan transparan dan sesuai dengan spesifikasi yang ada.

“Evaluasi ini harus menjadi langkah awal untuk perbaikan sistem perencanaan dan pengawasan yang lebih baik,” ujarnya.

Anhar berharap bahwa dengan perencanaan yang lebih matang, pengawasan yang ketat, dan keterlibatan kontraktor yang bertanggung jawab, proyek-proyek infrastruktur di Samarinda dapat berjalan dengan lebih efektif dan tidak memboroskan anggaran daerah.

“Ini bukan hanya soal anggaran, tetapi juga soal kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Kita harus memastikan bahwa setiap proyek jalan yang dibangun dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi warga Samarinda,” tutupnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *