Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALSUDUT PARLEMEN

Pemkot Samarinda Dorong Daur Ulang Sampah untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kebersihan Kota

63
×

Pemkot Samarinda Dorong Daur Ulang Sampah untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kebersihan Kota

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah (locerita.co)

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah fokus pada upaya mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan pendekatan baru berbasis pemilahan dan daur ulang. Inisiatif ini bertujuan untuk tidak hanya menyelesaikan permasalahan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga dan pelaku usaha. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak awal. “Sampah organik dapat diubah menjadi pupuk atau pakan ternak, sementara sampah plastik dan kertas bisa didaur ulang menjadi barang bernilai, seperti tas atau pot bunga,” ujar Helmi.

Menurutnya, sebagian besar sampah di Samarinda berasal dari rumah tangga, warung, hotel, dan industri kecil. Jika warga lebih disiplin dalam memilah sampah, maka sampah yang biasanya berakhir di TPA bisa diolah menjadi produk bernilai dan mengurangi volume sampah yang menumpuk.

Namun, tantangan terbesar dalam penerapan sistem ini adalah masalah disiplin dalam pembuangan sampah. Meskipun Pemkot telah menetapkan aturan bahwa sampah harus dibuang sebelum pukul 06.00 WITA, banyak warga yang tidak mengikuti ketentuan tersebut. Hal ini menyebabkan sampah kembali menumpuk setelah petugas mengangkutnya.

Selain itu, Pemkot juga menghadapi kendala dalam pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Meskipun sudah berusaha mencari lokasi TPS yang jauh dari pemukiman, warga sering menolak keberadaannya, karena jaraknya yang terlalu jauh. Di sisi lain, jika TPS dibangun dekat pemukiman, muncul protes dari warga yang merasa terganggu.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkot terus melakukan sosialisasi kepada warga agar lebih peduli dengan kebersihan dan mematuhi aturan yang ada. Pemkot juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam program pemilahan dan daur ulang sampah. “Jika seluruh warga bisa memilah sampah sejak dari rumah, kita akan melihat pengurangan volume sampah yang signifikan ke TPA,” imbuh Helmi.

Tidak hanya itu, Pemkot juga berencana melibatkan sektor swasta dan komunitas peduli lingkungan dalam pengembangan industri daur ulang. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan masalah sampah yang selama ini menjadi beban bisa berubah menjadi peluang ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat Samarinda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *