Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDAERAHSUDUT PARLEMEN

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Ingatkan Aspek Keamanan dalam Revitalisasi Pasar Pagi

168
×

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Ingatkan Aspek Keamanan dalam Revitalisasi Pasar Pagi

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

Samarinda, Locerita.co — Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda terus menunjukkan progres signifikan, dengan kini memasuki tahap kedua pembangunan. Namun, di tengah geliat pembangunan fisik yang dipuji banyak pihak.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengingatkan bahwa keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari kemegahan gedung, tetapi juga dari jaminan keselamatan bagi pedagang dan pengunjung.

“Jangan cuma bangga dengan bentuknya yang bagus. Kalau keamanannya diabaikan, ini bisa jadi masalah serius ke depan. Ini bukan museum, ini pasar yang penuh aktivitas,” ujar Deni.

Revitalisasi tahap kedua, yang menelan anggaran sebesar Rp148,5 miliar, mencakup instalasi kelistrikan, mekanikal, sistem pengolahan limbah, eskalator, hingga penyekatan kios. Tahap pertama yang mencakup struktur utama dan fasad telah rampung lebih awal dari jadwal dengan efisiensi anggaran mencapai Rp100 miliar.

Namun, di balik capaian itu, Deni menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat.

“Ini tempat masyarakat cari makan. Setiap hari ribuan orang lalu-lalang di sini. Harus ada jaminan bahwa konstruksinya tahan gempa, sistem kebakarannya siap, dan evakuasi bisa dilakukan cepat kalau terjadi bencana,” tegasnya.

Pasar Pagi sendiri dirancang menjadi pasar modern dengan kapasitas parkir yang luas dan ukuran kios yang bervariasi, dari 1,2 x 2 meter hingga 4 x 8 meter. Lantai dasar pasar difungsikan sebagai area parkir yang mampu menampung 104 mobil dan 709 motor.

Meski demikian, Deni tidak ingin proyek ini hanya menjadi simbol kemegahan belaka. Ia berharap Pasar Pagi bisa menjadi contoh ideal penataan pasar rakyat di masa depan.

“Kalau dikelola dengan baik, Pasar Pagi bisa jadi role model pasar rakyat masa depan: tertata, bersih, dan manusiawi. Tapi kalau salah kelola, dia bisa jadi monumen kekeliruan,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Lebih jauh, ia mendorong adanya pengawasan ketat selama proses pembangunan serta evaluasi menyeluruh terhadap desain teknis, khususnya aspek kebencanaan dan sirkulasi manusia. “Bangunan yang bagus tapi minim perencanaan keselamatan hanya akan jadi jebakan. Kita tidak bisa main-main dalam hal ini,” tutup Deni.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *