Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Kurash, Seni Bela Diri Baru dari Uzbekistan Mulai Menarik Minat Warga Kaltim

276
×

Kurash, Seni Bela Diri Baru dari Uzbekistan Mulai Menarik Minat Warga Kaltim

Sebarkan artikel ini
Sapto Setyo Pramono Ketua Pengprov Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kaltim

Samarinda, Locerita.co – Kalimantan Timur tengah kedatangan tamu baru dalam dunia olahraga bela diri: Kurash, seni bantingan tradisional asal Uzbekistan yang mulai dikenalkan secara luas oleh Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kaltim.

Diperkenalkan bukan hanya sebagai olahraga, Kurash disebut-sebut sebagai alternatif yang lebih sederhana namun efektif untuk pertahanan diri. Hal ini disampaikan Ketua Pengprov Ferkushi Kaltim, Sapto Setyo Pramono, dalam pertemuan di Gedung Serba Guna Kadrie Oening, Samarinda, Senin (30/6/2025).

“Kurash ini unik. Tekniknya sederhana, tapi sangat bisa diandalkan untuk pertahanan diri. Tidak serumit judo, tapi tetap punya kekuatan bantingan dan strategi,” ujar Sapto.

Kurash sendiri memiliki sejarah panjang sebagai olahraga tradisional Uzbekistan, namun kini sudah diakui dunia dan terus berkembang di berbagai negara. Di Indonesia, olahraga ini memang masih tergolong baru, namun potensinya dinilai besar — terutama di daerah seperti Kalimantan Timur yang aktif membina olahraga.

“Kurash bisa dipelajari siapa saja, baik yang baru belajar bela diri atau yang sudah punya dasar karate, judo, taekwondo, dan lainnya. Sangat fleksibel,” tambah Sapto.

Tak hanya sebagai bela diri, Kurash juga menawarkan manfaat lain: meningkatkan kebugaran tubuh dan ketahanan fisik. Karena itu, olahraga ini cocok bagi masyarakat dari berbagai latar belakang usia dan gender.

“Kami ingin olahraga ini jadi milik semua orang, bukan hanya atlet. Kalau rutin latihan, selain bisa bela diri, tubuh juga lebih sehat,” kata Sapto.

Ferkushi Kaltim juga berencana mulai menggelar turnamen-turnamen lokal dalam waktu dekat untuk memperluas pengenalan Kurash. Diharapkan, semakin banyak warga yang tertarik untuk ikut serta dan menciptakan komunitas Kurash yang solid di Bumi Etam.

“Kalau turnamen sering digelar, orang akan penasaran dan tertarik. Ini langkah awal kami untuk menjadikan Kurash sebagai olahraga unggulan di Kalimantan Timur,” pungkas Sapto.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *