Scroll untuk baca artikel
NASIONAL

Mekanisme Pendaftaran Sekolah Rakyat: Gus Ipul Larang Sistem Titip Siswa

70
×

Mekanisme Pendaftaran Sekolah Rakyat: Gus Ipul Larang Sistem Titip Siswa

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat memberikan penjelasan mengenai mekanisme pendaftaran Sekolah Rakyat yang menggunakan sistem jemput bola dan verifikasi lapangan ketat./IST

LOCERITA.CO – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab pemirsa sapa sebagai Gus Ipul, memberikan pernyataan tegas mengenai mekanisme pendaftaran Sekolah Rakyat. Beliau menekankan bahwa program pendidikan ini tidak menerapkan sistem pendaftaran terbuka seperti sekolah pada umumnya. Sebaliknya, pemerintah menggunakan skema jemput bola dengan mendatangi langsung rumah calon siswa yang menjadi target sasaran utama program ini.

Tim Pendamping Verifikasi Langsung ke Rumah Warga

Gus Ipul menjelaskan bahwa mekanisme pendaftaran Sekolah Rakyat mengandalkan tim pendamping yang terjun langsung ke lapangan. Tim ini melakukan seleksi ketat dengan mendatangi rumah-rumah keluarga prasejahtera. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bantuan pendidikan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan tanpa intervensi pihak luar.

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran konvensional. Kami menjalankan seleksi dengan mendatangi rumah keluarga sasaran secara langsung,” ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan di Banjarbaru, Senin (12/1).

Beliau juga menambahkan bahwa proses seleksi ini mempertimbangkan aspek lokasi dan kepemilikan lahan sekolah. Jika sekolah berdiri di atas lahan pemerintah provinsi, maka siswa dari seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut memiliki hak yang sama untuk menempuh pendidikan di sana. Namun, jika lahan tersebut milik pemerintah kabupaten, maka sekolah hanya memprioritaskan siswa yang berdomisili di wilayah setempat.

Menghapus Budaya Titip Menitip Siswa

Salah satu poin krusial dalam mekanisme pendaftaran Sekolah Rakyat adalah transparansi dan integritas. Gus Ipul secara spesifik melarang keras adanya praktik “titip menitip” siswa, baik melalui pejabat maupun pihak ketiga. Sistem seleksi mandiri oleh tim pendamping merupakan cara efektif untuk menutup celah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Masyarakat tidak boleh menitip nama lewat menteri atau menyuruh orang lain untuk melakukan itu. Kami ingin sistem ini bersih dan adil bagi semua warga,” tegas Gus Ipul.

Proses penyaringan siswa tersebut mencakup serangkaian tahapan yang komprehensif. Mulai dari wawancara mendalam hingga pengecekan kondisi lapangan secara faktual. Hanya calon siswa yang lolos seluruh tahapan verifikasi ketat ini yang dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya di Sekolah Rakyat.

Sebaran Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Saat ini, program Sekolah Rakyat telah menunjukkan perkembangan yang signifikan di berbagai wilayah tanah air. Data terbaru menunjukkan terdapat 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi di 35 titik strategis. Sebaran ini mencakup wilayah Jawa dengan 70 titik, Kalimantan 13 titik, Sulawesi 16 titik, hingga wilayah Papua dan Maluku.

Hingga semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, tercatat sebanyak 15.945 siswa aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan ekspansi program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Negara Indonesia (BNI), Kementerian Pekerjaan Umum, serta PT Pos Indonesia yang bersinergi mendukung infrastruktur dan operasional sekolah.

Harapan Masa Depan Pendidikan Rakyat

Pemerintah berharap mekanisme pendaftaran Sekolah Rakyat yang unik ini mampu menjadi solusi tepat guna bagi anak-anak putus sekolah. Dengan seleksi yang proaktif, negara hadir langsung di pintu rumah warga untuk menawarkan harapan baru melalui jalur pendidikan.

Gus Ipul optimis bahwa integritas sistem seleksi ini akan melahirkan generasi yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Fokus pada pengabdian dan ketepatan sasaran menjadi kunci utama keberlangsungan program Sekolah Rakyat di masa depan untuk menjangkau pelosok negeri yang belum terjamah pendidikan formal secara maksimal.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *