Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Operasi SAR Longsor Lempake Berakhir, Seluruh Korban Ditemukan Meninggal Dunia

53
×

Operasi SAR Longsor Lempake Berakhir, Seluruh Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
im SAR mengevakuasi korban bencana longsor di Samarinda, Selasa (13/5/2025)./Istimewa

Samarinda, Locerita.co – Setelah dua hari pencarian intensif, operasi evakuasi korban tanah longsor di kawasan Belimau, Kelurahan Lempake, Samarinda, resmi dinyatakan selesai. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dari reruntuhan empat rumah yang tertimbun longsor akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada awal pekan ini.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengonfirmasi bahwa dua korban terakhir, yakni Nurul Sakira (17) dan Fitri (14), ditemukan pada Selasa (13/5/2025) pagi dalam kondisi meninggal dunia di dalam satu kamar. Dua korban sebelumnya, Hamdana (50) dan Nasrul (24), telah ditemukan sehari sebelumnya, Senin (12/5). Semua jenazah langsung dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Medan berat dan kondisi tanah yang labil membuat proses pencarian berjalan penuh tantangan. Menurut Suwarso, sebagian besar evakuasi dilakukan secara manual menggunakan sekop dan cangkul karena risiko pergerakan tanah. Alat berat sempat dihentikan sementara demi keselamatan tim, namun kembali dioperasikan keesokan harinya setelah kondisi dinilai aman.

Koordinator Tim SAR Samarinda, Mardi Sianturi, menyebut strategi pencarian dilakukan secara bertahap, dimulai dari bagian belakang rumah tempat korban pertama ditemukan, kemudian bergerak ke bagian depan dan sisi-sisi rumah lainnya. Malam hari menjadi hambatan tersendiri karena keterbatasan pencahayaan memperlambat proses evakuasi.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup. Pemerintah Kota Samarinda menyampaikan duka mendalam atas musibah ini dan mengapresiasi kerja keras seluruh unsur SAR, TNI-Polri, relawan, serta warga yang turut membantu proses evakuasi. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat intensitas hujan tinggi.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *