Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALDAERAHSUDUT PARLEMEN

Program Oplah Masuk Kota, DPRD Samarinda Tekankan Peran Strategis Lahan Tidur

167
×

Program Oplah Masuk Kota, DPRD Samarinda Tekankan Peran Strategis Lahan Tidur

Sebarkan artikel ini

Samarinda, Locerita.co – Ketahanan pangan tak lagi menjadi isu eksklusif kawasan pedesaan. Kini, geliat pembangunan sektor pertanian mulai merambah ke jantung kota. Pemerintah pusat melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah) menjajaki potensi baru di wilayah perkotaan, termasuk di Samarinda.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaan program yang digadang-gadang dapat menjadi solusi strategis bagi ketahanan pangan perkotaan.

Salah satu fokus utama adalah memanfaatkan lahan-lahan tidur yang selama ini terbengkalai akibat urbanisasi.

“Walaupun Samarinda tidak dikenal sebagai sentra produksi pangan, kami memiliki wilayah-wilayah yang berpotensi, seperti Makroman dan Lempake. Ini harus dioptimalkan,” kata Viktor Yuan, kepada awak media Senin (26/5/2025).

Viktor menambahkan, DPRD telah menjalin komunikasi intens dengan Kementerian Pertanian dan terus mengikuti perkembangan teknis program ini.

“Kami sudah ikut beberapa kali forum koordinasi. Intinya, pemerintah pusat mulai membuka peluang bagi kota-kota seperti Samarinda untuk turut menopang program swasembada pangan nasional,” ungkapnya.

Menurut Viktor, tantangan utama dalam implementasi program di perkotaan adalah keterbatasan lahan produktif yang makin tergerus pembangunan.
Namun, ia optimistis Oplah mampu menghidupkan kembali potensi lahan yang selama ini terlantar.

“Oplah bisa menjadi jembatan antara kebutuhan pangan dan keterbatasan lahan di kota,” ucapnya.

Sejauh ini, tahapan program masih berada pada proses sosialisasi dan identifikasi teknis lapangan. Pemerintah daerah tengah menunggu data valid dari pemerintah pusat mengenai luas dan lokasi lahan yang akan dioptimalkan.

“Kami sedang menunggu rilis data lahan dari pusat. Tapi dari identifikasi awal, beberapa titik di Samarinda sudah terpetakan. Tinggal proses teknis lanjutan,” jelas Viktor.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan program tidak mandek di tengah jalan.

“Tanpa sinergi antarlembaga, program ini berisiko berhenti di atas kertas. Semua pemangku kepentingan harus bergerak bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, DPRD berkomitmen memastikan transparansi dan efektivitas program sejak tahap perencanaan hingga pascapanen.

“Kami ingin masyarakat Samarinda tidak hanya melihat program ini dari jauh, tapi juga bisa terlibat dan merasakan dampaknya,” tutup Viktor.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *