Scroll untuk baca artikel
DAERAH

Revitalisasi Pasar Pagi Rampung, Peresmian Tunggu Sistem Digital Transparan

523
×

Revitalisasi Pasar Pagi Rampung, Peresmian Tunggu Sistem Digital Transparan

Sebarkan artikel ini
Pasar Pagi Siap Beroperasi Dalam Waktu Dekat/IST

LOCERITA.CO, SAMARINDA – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda mencapai tahap akhir dengan kondisi fisik yang nyaris sempurna. Meskipun begitu, Pemkot Samarinda belum menetapkan waktu peresmian karena pengelolaan digital masih melewati tahap penyelarasan. Oleh karena itu, pemerintah menahan pembukaan hingga semua sistem bekerja stabil.

Pasar Pagi kini menampilkan wajah baru. Selain itu, koridor tertata rapi, saluran air mengalir lancar, dan struktur bangunan menunjukkan kualitas tinggi. Dengan perubahan besar tersebut, pemerintah ingin memastikan manajemen pasar bergerak menuju pola modern.

Selama bertahun-tahun, Pasar Pagi menjadi pusat aktivitas ekonomi. Namun, kondisi lama menghadirkan banyak kesemrawutan. Karena itu, revitalisasi dianggap langkah penting untuk menata ulang pasar rakyat.

Lingkungan pasar berubah total setelah renovasi. Bahkan, sirkulasi udara tampak lebih baik dan area dalam lebih terang. Selain itu, setiap blok kini memiliki jalur yang jelas.

Perubahan besar ini menunjukkan komitmen pemerintah membangun pusat perdagangan yang bersih, aman, dan tertata.

Wali Kota Meninjau Proyek dan Menegaskan Prioritas Pengelolaan

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau langsung progres revitalisasi pada Jumat, 5 Desember 2025. Setelah melihat kondisi bangunan, Andi Harun menyampaikan bahwa peresmian tidak bergantung pada keindahan bangunan.

Sebaliknya, peresmian harus menunggu kesiapan sistem pengelolaan digital. Karena itu, pemerintah memutuskan menunda pembukaan. Keputusan tersebut bertujuan menghindari kesalahan administratif yang pernah terjadi sebelumnya.

Menurut pemerintah, bangunan modern tidak cukup tanpa tata kelola yang tertib dan transparan. Oleh sebab itu, digitalisasi menjadi syarat utama pembukaan resmi.

Peralihan dari Sistem Manual ke Sistem Digital Transparan

Sebelum revitalisasi, Pasar Pagi menghadapi berbagai masalah. Misalnya, praktik percaloan lapak, penyalahgunaan ruang dagang, dan jual-beli hak kios. Selain itu, pedagang sering berselisih mengenai batas area usaha.

Karena kondisi tersebut, Pemkot Samarinda mengubah sistem secara penuh. Data pedagang kini masuk ke database terintegrasi. Setiap perubahan lapak tercatat otomatis sehingga manipulasi sulit dilakukan.

Dengan sistem baru, pemerintah dapat memantau aktivitas pedagang secara real time. Selain itu, mekanisme audit publik terbuka bagi siapa saja.

Digitalisasi lapak dianggap fondasi utama reformasi pengelolaan pasar. Selain itu, dokumen konvensional tidak digunakan lagi. Semua data pedagang tersimpan dalam sistem digital yang jauh lebih aman.

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dapat mendeteksi peralihan hak yang mencurigakan. Selain itu, pedagang memiliki akses untuk memeriksa status lapaknya kapan pun.

Pendekatan digital juga meminimalkan perselisihan antar-pedagang. Karena seluruh data terekam jelas, konflik dapat diselesaikan lebih cepat. Bahkan, pedagang baru mendapat kepastian lebih adil mengenai peluang berjualan.

Aplikasi Pedagang Menjadi Penentu Jadwal Peresmian

Aplikasi pedagang menjadi faktor utama yang menentukan waktu pembukaan pasar. Saat ini, pengembang masih menyempurnakan beberapa fitur. Selain itu, pemerintah ingin memastikan seluruh menu berfungsi tanpa gangguan.

Aplikasi tersebut memuat fitur pendaftaran pedagang, verifikasi data, pemetaan lapak, dan kanal pengaduan. Karena itu, tim pengembang menyesuaikan setiap tampilan dengan kebutuhan pedagang di lapangan.

Sebelum pasar dibuka, pemerintah menargetkan seluruh pedagang sudah memahami penggunaan aplikasi. Oleh sebab itu, tim edukasi digital disiapkan untuk mendampingi mereka.

Meskipun peresmian belum dilakukan, kondisi fisik pasar sudah sangat siap. Koridor tertata bersih. Selain itu, fasilitas umum seperti toilet dan mushola tersedia dengan kondisi baik.

Sistem drainase juga meningkat signifikan. Air mengalir lancar tanpa hambatan. Dengan demikian, risiko genangan saat hujan dapat ditekan.

Di area luar, pemerintah menata zona parkir secara teratur. Selain itu, jalur kendaraan kini memiliki rambu yang jelas. Penataan tersebut memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Pedagang Menyambut Optimis Pembukaan Pasar Baru

Pedagang menyampaikan antusiasme tinggi terhadap revitalisasi. Mereka menilai bangunan baru jauh lebih nyaman. Selain itu, perubahan tata letak membuat aktivitas jual beli lebih tertib.

Sebagian pedagang berharap pembukaan dilakukan segera. Namun, mereka memahami alasan penundaan. Pengelolaan digital dianggap penting demi menghindari masalah lama yang sering merugikan pedagang kecil.

Menurut pedagang, pasar baru diperkirakan meningkatkan jumlah pengunjung. Apalagi, Pasar Pagi memiliki lokasi strategis di pusat kota.

Pemkot Samarinda menyiapkan sistem pengawasan ketat. Tim lapangan mengawasi kondisi fisik dan memverifikasi data pedagang. Selain itu, kanal pengaduan dalam aplikasi membantu pemerintah menangani keluhan dengan cepat.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menutup ruang bagi oknum yang ingin menyalahgunakan wewenang. Selain itu, pedagang baru diharapkan memperoleh akses adil terhadap lapak.

Langkah pengawasan berlapis menjadi bagian dari komitmen pemerintah menciptakan pasar yang bersih dan aman.

Menuju Pasar Rakyat Modern dengan Pengelolaan Transparan

Pemkot ingin membangun budaya pasar yang tertib dan profesional. Karena itu, pedagang perlu menyesuaikan diri dengan sistem digital. Pemerintah juga menyiapkan pelatihan agar pedagang tidak kesulitan.

Selain itu, pasar baru diharapkan memengaruhi cara kerja pedagang. Kebiasaan lama seperti menumpuk barang di koridor harus dihilangkan. Dengan begitu, pasar dapat menjaga kenyamanan pengunjung.

Budaya tertib tersebut menjadi kunci keberhasilan konsep pasar modern.

Revitalisasi Pasar Pagi selesai secara fisik. Namun, peresmian tetap menunggu kesiapan sistem digital pedagang. Pemerintah ingin memastikan pengelolaan pasar berjalan transparan sejak hari pertama.

Dengan digitalisasi, pola lama yang merugikan pedagang dapat dihapus. Selain itu, pemerintah ingin menjadikan Pasar Pagi sebagai contoh pasar modern berbasis teknologi.

Pasar yang tertata rapi dan dikelola profesional diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Samarinda secara signifikan.

(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *