Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALSUDUT PARLEMEN

Wakil Ketua DPRD Samarinda Soroti Isu Krusial yang Masih Menghantui Masyarakat Kota Tepian

76
×

Wakil Ketua DPRD Samarinda Soroti Isu Krusial yang Masih Menghantui Masyarakat Kota Tepian

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda (Ist)

Locerita.co – Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, mengungkapkan bahwa masih banyak masalah krusial yang terus menjadi keluhan masyarakat di berbagai wilayah di Kota Samarinda, yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas.

Menurutnya, masalah-masalah tersebut bukan hanya berkaitan dengan satu daerah pemilihan (dapil) tertentu, melainkan tersebar hampir di seluruh wilayah Kota Tepian.

“Masalah yang dihadapi hampir serupa di setiap wilayah Samarinda. Ketika kami turun untuk reses atau melakukan sosialisasi perda, hampir semua keluhan masyarakat berfokus pada isu yang sama,” kata Ahmad, Senin (3/3/2025).

Ia menambahkan bahwa permasalahan yang menjadi sorotan utama mencakup akses air bersih, infrastruktur dasar, pendidikan, serta isu sosial yang belum menemukan solusi memadai.

Selain masalah dasar tersebut, Ahmad juga menyoroti keluhan terkait sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang kerap menjadi persoalan setiap tahun.

“Masalah zonasi ini masih terus menjadi masalah besar setiap kali ada PPDB. Banyak orangtua yang merasa kebingungan dan tidak puas dengan pembagian zona sekolah, terutama di kawasan padat penduduk,” ujarnya.

Tak hanya itu, isu terkait distribusi gas elpiji juga mendapat perhatian serius. Ahmad menilai, distribusi gas elpiji yang tidak merata menjadi persoalan yang cukup mengganggu.

“Contohnya, tabung gas elpiji sering kali banyak tersedia di daerah dengan jumlah penduduk sedikit, sementara daerah padat penduduk justru kekurangan pasokan. Ini adalah masalah yang harus segera dibenahi agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” tambahnya.

Dalam hal pelayanan publik, Ahmad juga mencatat bahwa sektor kesehatan dan keamanan masih menjadi perhatian penting yang terus dipantau oleh pihak DPRD.

Menurutnya, meskipun Pemkot Samarinda telah berusaha menangani masalah ini, namun tingkat kepuasan masyarakat belum sepenuhnya tercapai.

“Pemkot memang sudah berupaya keras untuk mengatasi berbagai persoalan ini, namun tak bisa dipungkiri, masyarakat juga tidak bisa langsung puas seratus persen,” jelasnya.

Salah satu program yang dinilai efektif dalam merespons kebutuhan masyarakat adalah Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), yang digagas oleh Walikota Andi Harun pada periode pertama pemerintahannya.

Program ini telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan dianggap berhasil mempermudah proses bantuan kepada masyarakat.

“Probebaya memungkinkan warga mendapatkan bantuan dengan cepat, tanpa harus melewati prosedur yang rumit melalui kelurahan atau kecamatan. Dulu, masyarakat kesulitan mendapatkan bantuan karena harus melalui banyak proses. Kini, dengan Probebaya, bantuan seperti renovasi masjid, perbaikan drainase kecil, hingga bantuan untuk warga kurang mampu dapat diberikan secara langsung,” ujar Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga berharap agar program-program seperti Probebaya terus dikembangkan untuk menciptakan keadilan dalam pemerataan pembangunan di setiap wilayah.

“Program seperti ini harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasakan dampak positifnya, bukan hanya dari segi akses bantuan, tetapi juga dari sisi kualitas hidup yang semakin baik,” tambahnya.

Dengan adanya program-program semacam ini, Ahmad percaya bahwa Pemkot Samarinda memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam mengatasi keluhan yang ada. Ia pun mengimbau agar kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus dijaga, sehingga permasalahan yang ada bisa diselesaikan secara bersama-sama demi kemajuan Kota Samarinda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *