Scroll untuk baca artikel
NASIONAL

ANRI Tetapkan Prasasti Yupa Sebagai Memori Kolektif Bangsa

879
×

ANRI Tetapkan Prasasti Yupa Sebagai Memori Kolektif Bangsa

Sebarkan artikel ini
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri/ Dok.Prokom Kukar

LOCERITA CO – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mengangkat warisan sejarah bangsa setelah Arsip Prasasti Yupa resmi tercatat sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB). Penetapan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) tersebut menjadi tonggak penting bagi Kukar sebagai wilayah pusat peradaban tertua di Nusantara.

Bupati Kukar menyambut pengakuan nasional itu sebagai hasil kerja panjang pemerintah daerah dalam memperjuangkan pelestarian sejarah. Ia menilai pencatatan Yupa sebagai MKB bukan hanya prestasi administratif, tetapi penguatan identitas bangsa yang berakar dari Kutai Martadipura.

“Prasasti Yupa bukan hanya milik Kutai Kartanegara, tetapi milik Indonesia. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warisan ini tetap hidup dan dikenal lintas generasi,” ujar Bupati Kukar dalam pernyataannya.

Menurutnya, pengakuan ANRI menegaskan posisi Kukar dalam peta sejarah nasional. Ia menyebut Yupa sebagai bukti awal peradaban tertulis di Indonesia yang menunjukkan bahwa Nusantara telah mengenal sistem pemerintahan, keagamaan, dan sosial sejak abad ke-4 Masehi.

Peran Pemkab Kukar dalam Proses Pengusulan Yupa

Bupati Kukar menjelaskan bahwa pencatatan Prasasti Yupa sebagai Memori Kolektif Bangsa tidak terjadi secara instan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara secara aktif mendorong proses pengusulan melalui koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar.

Ia menyebut Pemkab Kukar memberikan dukungan penuh, mulai dari pendataan arsip, penguatan dokumentasi sejarah, hingga pemenuhan standar verifikasi yang ditetapkan ANRI. Proses tersebut memerlukan kajian akademik, verifikasi arsip, serta pembuktian nilai historis yang kuat.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah daerah tidak hanya mendorong, tetapi juga mengawal agar arsip sejarah ini mendapat pengakuan yang layak,” kata Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa penguatan arsip sejarah menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah berbasis kebudayaan. Menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan identitas dan kesadaran sejarah masyarakat.

Ia menilai keberhasilan ini menunjukkan bahwa daerah mampu berperan aktif dalam menjaga memori kolektif bangsa, bukan sekadar bergantung pada pemerintah pusat.

Yupa sebagai Fondasi Sejarah dan Pendidikan Generasi Muda

Lebih jauh, Bupati Kukar menekankan pentingnya menjadikan Prasasti Yupa sebagai sumber pembelajaran bagi generasi muda. Ia menilai pengakuan sebagai Memori Kolektif Bangsa harus diikuti dengan langkah konkret dalam edukasi publik.

Prasasti Yupa Yang Menjelaskan Eksistensi Kerajaan Mulawarman di Nusantara/ Doc Kemendikbud RI

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kata dia, akan mendorong integrasi nilai-nilai sejarah Yupa dalam kegiatan pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata sejarah. Ia ingin masyarakat Kukar, khususnya pelajar, memahami bahwa daerah mereka memiliki peran sentral dalam sejarah Indonesia.

“Anak-anak Kukar harus tahu bahwa peradaban tertulis pertama di Indonesia lahir di wilayah ini. Kesadaran sejarah ini penting untuk membangun kebanggaan dan karakter,” ujarnya.

Bupati juga menilai Yupa mencerminkan nilai toleransi dan kehidupan sosial yang sudah berkembang sejak masa kerajaan Kutai Martadipura. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, relevan dengan kehidupan berbangsa saat ini dan dapat menjadi rujukan dalam membangun harmoni sosial.

Ia meminta perangkat daerah terkait untuk memperkuat sosialisasi sejarah Yupa melalui museum, pameran arsip, serta kegiatan literasi sejarah di tingkat lokal dan regional.

Komitmen Bupati Kukar Jaga Warisan Sejarah Berkelanjutan

Penetapan Arsip Prasasti Yupa sebagai Memori Kolektif Bangsa menjadi awal dari langkah yang lebih besar. Bupati Kukar menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melindungi dan mengembangkan arsip-arsip sejarah lainnya yang tersebar di wilayah Kutai Kartanegara.

Ia mendorong Diarpus Kukar agar aktif melakukan inventarisasi dan penyelamatan arsip bernilai sejarah tinggi. Bupati juga membuka peluang agar arsip-arsip tersebut ke depan dapat diusulkan ke tingkat internasional melalui UNESCO sebagai Memory of the World.

“Kami tidak ingin berhenti di sini. Kukar memiliki banyak peninggalan sejarah yang harus dijaga dan diperkenalkan ke dunia,” tegasnya.

Menurut Bupati, pelestarian sejarah juga berdampak pada pembangunan daerah. Ia menilai penguatan identitas budaya dapat mendukung sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan diplomasi budaya daerah.

Bupati Kukar menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menempatkan sejarah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia berharap pengakuan terhadap Prasasti Yupa mampu memperkuat posisi Kutai Kartanegara sebagai pusat peradaban awal Nusantara sekaligus menjadi kebanggaan nasional.

“Warisan sejarah adalah amanah. Tugas kita menjaga, merawat, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *